Mendaftar BPUM di Aceh Singkil Mencapai 2.500 Proposal

oleh -66.489 views
Keterangan foto: Kadis Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Aceh Singkil Faisal, S.Pd. bersama BRI Petugas Bansos Ahmad Rosadi tengah memberikan pejelasan kepada para pendaftar untuk teliti jangan sampai ada kesalahan dalam memasukan data NIK.(Realitas/Rostani).

IDUL FITRI

Aceh Singkil | Realitas – Mendaftar BPUM di Aceh Singkil Mencapai 2.500 Proposal.

Masyarakat di Kabupaten Aceh Singkil mendaftar Program Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) tahap ke-2 sudah mencapai lebih kurang 2500 proposal dihari ke-6 pembukaan pendaftaran.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Aceh Singkil Faisal, S.Pd, yang dikonfimasi Realitas, kamis (15/10/2020).

UPDATE CORONA

Dia menjelaskan, sejak pendaftaran dibuka pada 8 Oktober 2020 sampai 15 Oktober 2020, diperkirakan jumlah pendaftar sudah mencapai lebih kurang 2500 orang memasukan proposal.

“Tingginya animo masyarakat mendaftar setelah diterbitkan Pengumuman No. 518/ E7/ 2020 Sehubungan dengan Surat Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Nomor 367/SM/VIII/2020.

Tanggal 04 Agustus 2020 dan Surat Nomor : 491/SM/X/2020, tanggal 06 Oktober 2020. Perihal Perpanjangan Waktu Pendataan Program Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) yang diantaranya ditujukan kepada kami”. Lanjut Faisal.

Kemudian kami umumkan dan teruskan informasi tersebut kepada Masyarakat Pelaku Usaha Mikro di Kabupaten Aceh Singkil dengan dasar:

1. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia akan menyalurkan Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang telah di tetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 Penerima Bantuan adalah seluruh Pelaku Usaha Mikro yang terdampak Covid 19.

2. Tujuan Program Bantuan Modal Kerja adalah untuk membantu usaha mikro yang belum terakses kredit Perbankan agar usahanya tetap berjalan kembali dan mampu bertahan menghadapi fase adabtasi kebiasaan baru.

BACA JUGA..  Cegah Covid-19, Serda Budiono Terus Lakukan Penyemprotan Disinfektan Di Wilayah Binaanya

3. Target Penerima adalah Pelaku Usaha yang memiliki kegiatan usaha mikro (Pedagang Pasar, PKL, Industri Rumah Tangga, Usaha Rumah Tangga, dll) yang terdampak Covid 19 dan tidak terakses Kredit Perbankan.

4. Bagi Masyarakat Pelaku Usaha Mikro di Kabupaten Aceh Singkil yang berminat dapat mendaftarkan diri langsung ke Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Singkil di waktu jam kerja dengan mengikuti Protokol Kesehatan yang telah di tetapkan yaitu dengan memakal Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun dan Jaga Jarak.

5. Syarat Pendaftaran : a. Surat Permohonan b. Photo copy e-KTP C. Photo copy KK d. Surat Keterangan Usaha dari Kepala Desa e. Photo Tempat Usaha f. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak pakai Materai 6000 g. Tidak Sedarig Mengakses Kredit KUR di BRI h. Bukan PNS/TNI-POLRI Pendaftaran di Tutup Pada Tanggal, 15 November 2020.

Data yang sudah diterima selanjutnya akan diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Singkit Kepada Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia sebagai Calon Penerima Bantuan Modal Kerja Pelaku Usaha Mikro dari Kabupaten Aceh Singkil (Proses Pendaftaran Tidak Dipungut Biaya Apapun/Gratis),

“Alhamdullilah usaha mikro yang memberikan proposal kepada Disperindagkop dan UKM Aceh Singkil, hampir 2.500, pada hari ini, itu sudah termasuk proposal yang masuk kemaren masuk di hari ke- 5 pendaftaran sebanyak 2000 an . Jadi kami mengharap kepada masyarakat yang usaha mikro Melengkapi persyaratan-persyaratannya, sesuai dengan petunjuk.

BACA JUGA..  Disinyalir Oknum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Melakukan Penarikan Dana

Supaya jangan ada yang salah. Disperindagkop hanya mendata, namun yang memverifikasi langsung oleh Pemerintah Pusat.

Data yang terverifikasi akan diberikan kepada Bank BRI atau Bank BNI, yang kemudian disebarkan ke desa melalui Disperindagkop.

“Kita hanya mendata, bukan memverifikasinya. Artinya yang memverfikasi itu di pusat, di Kementrian. Kemudian diberikan kepada BRI dan BNI penyalurannya.

Kemudian BRI dan BNI memberikan kepada kami lagi, untuk mengirim data-data yang masuk. Data kami kirim balik ke desa-desa,” papar Faisal.

Faisal menambahkan, sesuai Peraturan Menteri Koperasi dan UKM, target penerima Program BPUM ditetapkan sampai 12 juta orang se-Indonesia. Dengan nilai Bantuan Rp 2.400.000,- .

“Batasannya hanya 12 juta orang se-Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Seluruhnya, dari semenjak tahap pertama dan terakhir sebesar 12 juta, yang diberikan Bapak Presiden kepada Kementrian Koperasi dan UKM. 12 juta, dengan Bantuan Langsung Tunai Rp 2.400.000, tidak ada pemotongan,” kata Faisal.

Dikatakan Faisal, sesuai dengan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 6 Tahun 2020 pasal 6 ayat 1, pengusul ada beberapa lembaga, termasuk Dinas Koperasi, perdagangan dan UKM di seluruh Indonesia.

BACA JUGA..  GMPKSU Minta Kejatisu Dan Poldasu Tuntaskan Dugaan Korupsi UNI Sumut

Juga dapat diusulkan oleh Koperasi yang mempunyai Badan Hukum, Kementrian dan lembaga, Perbankan, dan Badan Usaha Milik Negara. Pendaftaran Program Bantuan masih dibuka sampai dengan 15 November 2020.

Safrizal, salah satu pemohon dalam pengakuannya kepada Realitas mengukapkan, sangat bersyukur dengan program bantuan BPUM. Ia berharap akan mendapat bantuan, sehingga bisa menambah modal usaha.

“Syukur, semoga dapat. Bisa menambahi modal usahanya. Usahanya dagang-dagangan kecilan, jual sosis, nugget,” kata Safrizal.

Sementra M. Nasir, salah satu warga desa Lentonng, Kecamatan Kuta Baharu Aceh Singkil yang ditemui Realitas mengatakan pada penyaluran tahap pertama BPUM sebesar 2.400.000 di BRI Singkil nama sudah tertera sebagai penerima.

Tapi katanya terjadi kesalahan di Nomor Induk KTP (NIK) sengga batuan tersebut belum bisa diterima dan memperlihatkan didaftar namanya di BRI (M.Nasir Desa Lentong NIK 11101008*78*20003 di KTP.1110100*79*20003).

BRI Aceh Singkil melalui petugas Bansos Ahmad Rosadi mejelaskan katanya, ada sedikit masalah ditemui, di sistem BRI data nama keluarga di situ tampil semua.

Untuk sementara diberitahukan kepada yang bersangkut proses blokir masuk dokumennya langsung buka blokir pihak Bank dikembalikan kenenegara.

” Jadi mau bagaimana mau marah tidak bisa, jadi solusinya harus daftar ulang”. Tegas Ahmad Rosadi. (Rostani)