Ketua YLBHIM Aceh Muhammad Nazar : Satpol PP Kota Langsa Jangan Jadi Tumbal

oleh -316.489 views
Ketua LBHIM Aceh Muhammad Nazar

IDUL FITRI

Langsa I Realitas – Ketua YLBHIM Aceh Muhammad Nazar : Satpol PP Kota Langsa Jangan Jadi Tumbal.

Kasus PT PKLE Vs PT PEKOLA Bisa Selesaikan Lewat Jalur Hukum, dengan menggunakan hukum Perdata silahkan masing masing gugat ke PN Langsa.

BACA JUGA :   Mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh, Gelar Demo Cuci Tangan Bersama Anak TK Asuhan Pertiwi Keude Mane

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda (YLBHIM) Aceh, Muhammad Nazar, meminta kedua Perusahaan yang sedang bertikai antara PT PKLE, dan PT PEKOLA, kalau ada terjadi selisih Faham terhadap kedua perusahan pengolola Hutan Manggrove agar diselesaikan lewat jalur Hukum, tidak harus ribut ribut,”Ujar Nazar kepada sejumlah Wartawan di Langsa Sabtu (17/10/2020).

BACA JUGA :   Hari Pertama Operasi Zebra di Jakarta, 3.500 Kendaraan Kena Tilang

UPDATE CORONA

Satpol PP Kota Langsa, seharusnya menjadi juru damai bersama dengan pejabat Pemko Langsa untuk menyelesaikan berbagai kasus yang muncul di Kota Langsa, juga pihak Pemko Langsa harus bijak dalam menangani kasus seperti ini, jangan gegabah, harus bijak kalau sudah diajukan perdamaian juga tidak selesai silakan tempuh jalur hukum, tidak harus saling ngotot,”Pungkas Nazar.

Hutan manggrove adalah menggunakan uang Negara bukan uang pribadi, semua pihak harus mendalami masalah ini, jangan sampai nanti daerah wisata yang baru dibangun nanti menjadi masalah dan pusat maupun Pemko Langsa tidak bisa lagi menganggarkan dana untuk membangun daerah wisata didaerah Pemko Langsa hasil pemekaran dari Pemkab Aceh Timur.

Seperti kita ketahui Pemko Langsa, daerah wisata Pemko Langsa yang menjadi andalan penghasil PAD, untuk kota Langsa, akan tetapi kalau terus ribut, apalagi sempat terjadi kerusakan lokasi wisata itu tidak lagi ada yang datang, kalau tidak ada lagi para wisata yang datang yang tinggal hanya beberapa ekor monyet saja,”Sebut nya lagi.

Kalau tidak selesai dengan musyawarah dan mufakat silakan tempuh jalur hukum itu yang bijak,”Tutup Nazar. (Rahmad Wahyudi)