Kapolda Metro Jenguk Anggota TNI-Polri Yang Terluka Amankan Demo

oleh -70.489 views

IDUL FITRI

Jakarta  I Realitas – Kapolda Metro Jenguk Anggota TNI-Polri yang Terluka Amankan Demo.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana bersama jajarannya dan anggota Kompolnas menjenguk anggota TNI-Polri yang terluka di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, karena sudah mengamankan aksi demo anarkis mulai Selasa (06/10/2020) sampai Kamis (08/10/2020).

BACA JUGA :   Kepala Bappenas : Percepatan Penurunan Stunting Memerlukan Koordinasi dari Banyak Kementerian/Lembaga

Untuk diketahui, RS Polri Kramat Jati, merawat 31 anggota TNI dan Polri yang terluka dalam aksi massa yang berujung rusuh dan anarkis.

UPDATE CORONA

“Anggota Polri ada 28 orang dan tiga orang anggota TNI. Jadi total ada 31 anggota yang dirawat,” terang Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana saat menjenguk korban di RS Polri, Jakarta, Minggu (11/10/2020).

Irjen Pol Nana mengungkapkan, mayoritas aparat yang terluka akibat terkena lemparan batu dari oknum yang terlibat bentrokan.

Selain aparat, tim medis RS Polri juga merawat 30 warga sipil yang juga terluka dalam kejadian itu. Sebanyak empat orang di antaranya mulai membaik.

Irjen Pol Nana hadir menjenguk korban bersama anggota Kompolnas Irjen Pol Pudji Hartanto dalam rangka memberikan rasa simpati serta semangat kepada mereka untuk segera sembuh.

“Kami dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) datang dalam rangka melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak unjuk rasa di sekitar Istana kemarin,” tutur Irjen Pol Nana.

Irjen Pol Nana mengatakan dalam pelaksanaan unjuk rasa kemarin, aparat telah diarahkan untuk mengedepankan rasa humanis dan persuasif terhadap peserta aksi.

“Mabes Polri sudah sampaikan aksi damai itu. Tapi kemudian terjadi pelemparan-pelemparan oleh kelompok yang kita tahu. Mereka ada buruh, mahasiswa, pelajar dan ada anak-anak muda,” jelas Irjen Pol Nana.

Saat izin menggelar unjuk rasa telah berakhir, polisi berupaya membubarkan massa melalui pemberitahuan dan komunikasi persuasif.

“Tapi tidak digubris, kemudian ada perusakan fasilitas umum yang dibakar para pengunjuk rasa,” kata Irjen Pol Nana.

Dalam kejadian itu polisi menangkap total 1.192 pengunjuk rasa, terdiri atas 166 mahasiswa, 570 pelajar, 161 buruh dan elemen masyarakat lainnya sebanyak 295 orang. (H A Muthallib)