Dugaan Pencabulan Bocah Paduan Suara, Pastor Italia Bakal Diadili Vatikan Pekan Depan

oleh -67.489 views

IDUL FITRI

VATICAN CITY I Realitas – Dugaan Pencabulan Bocah Paduan Suara, Pastor Italia Bakal Diadili Vatikan Pekan Depan.

Seorang pastor Italia dituduh melakukan pencabulan alias pelecehan seksual terhadap anak laki-laki paduan suara di sebuah seminari. Atas kasus tersebut, dia bersama seorang pastor lainnya yang diduga memfasilitasi pelecehan itu akan diadili di Vatikan pada pekan depan.

BACA JUGA :   Creavest 2020, Kolaborasi Pertunjukan Virtual Seni Budaya Dan Ekonomi Kreatif

Dugaan pelecehan itu terjadi pada 2011 hingga 2012 di sekolah praseminari St Pius X yang berlokasi di Vatikan. Institusi itu melatih anak-anak paduan suara dan berada sangat dekat dengan kediaman Paus Fransiskus.

BACA JUGA :   Seorang Pegawai Minimarket Berhasil Gagalkan Aksi Perampokan Berpisau di Bogor

UPDATE CORONA

AFP melansir, pastor bernama Gabriele Martinelli itu dicurigai melakukan pelecehan seksual berulang-ulang pada setidaknya satu korban, ketika dia masih berusia 21 tahun dan berstatus sebagai frater (calon pastor). Martinelli resmi diangkat menjadi pastor pada 2017.

Para penghuni asrama di St Pius X sebagian besar adalah anak-anak dan remaja yang tinggal di sana saat mereka belajar di sekolah swasta di Roma, dan berpartisipasi sebagai paduan suara dalam misa yang dirayakan di Basilika Santo Petrus. Enrico Radice, yang menjadi rektor (kepala biara) di asrama itu pada saat kejadian berlangsung, dituduh menutupi kasus pelecehan tersebut.

Tahun lalu, Vatikan menyatakan bahwa Martinelli dan Radice akan diadili. Sidang pertama mereka akan diadakan pada 14 Oktober atau Rabu pekan depan.

Penyelidikan kasus tersebut mulai diluncurkan setelah terbitnya buku berjudul “Original Sin” pada 2017 oleh jurnalis Italia, Gianluigi Nuzzi. Buku tersebut berisi perincian soal dugaan pelecehan seksual oleh Martinelli.

Di dalam buku itu, terdapat pengakuan seminaris asal Polandia, Kamil Tadeusz Jarzembowski, bahwa dia telah menyaksikan pelecehan seksual berulang kali pada teman sekamarnya. Dia mengaku Martinelli datang ke kamarnya untuk berhubungan dengan bocah lelaki tersebut yang pada saat itu berusia 17 tahun.

Jarzembowski mengatakan, dia telah menyaksikan tindakan seperti itu hingga 140 kali dan bahwa Martinelli menggunakan “kekuasaan dan intimidasi” untuk memaksakan kehendaknya pada para seminaris muda.

Tak lama setelah buku itu dirilis, seminaris yang diduga korban Martinelli memberikan wawancara (tanpa mengungkapkan identitasnya), mengaku bahwa dia telah dilecehkan secara seksual di tahun pertamanya di praseminari. Ketika itu korban masih berusia 13 tahun.(IN/Red)