Diduga Ada TPPO, Griya Pijat Vins 3 Tangerang Segera Disegel Satpo PP

oleh -74.489 views

IDUL FITRI

Tangerang I Realitas – Diduga Ada TPPO, Griya Pijat Vins 3 Tangerang Segera Disegel Satpo PP.

Polisi menggerebek panti pijat Vins 3 Lounge and Spa Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang terkait dugaantindak pidana perdagangan orang (TPPO). Satpol PP Kabupaten Tangerang akan melakukan penyegelan dan pemeriksaan izin operasional.

BACA JUGA :   Sentuh Masyarakat TNI-Polri Bagikan Nasi Kotak Gratis

“Dalam waktu dekat mungkin besok atau lusa kita akan ke lokasi, kita akan segel dari Satpol PP akan dikeluarkan,” kata Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Bambang Mardi Sentosa ketika dihubungi, Kamis (8/10/2020) .

UPDATE CORONA

Bambang mengatakan, pemasangan segel penutupan akan dilakukan dalam waktu dekat dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Selain itu, Satpol PP juga akan mengecek perizinan Vins 3 Lounge and Spa.

“Kita akan cek perizinannya, kalau perizinannya nggak ada kita akan segel selamanya sampai izin keluar. Kalau belum ada izin nggak akan kita buka-buka lagi,” ujar Bambang.

Bambang menegaskan, panti pijat dan tempat hiburan dilarang beroperasi selama PSBB. Menurutnya, selama ini Vins 3 Lounge and Spa buka secara diam-diam.

“Jadi gini, mungkin curi-curi, kita Satpol PP nggak patroli dia buka, kita patroli dia tutup, kucing-kucingan dia. Kita besok akan bikin teguran-teguran keras kepada mereka ya,” ucap Bambang.

Sebelumnya, polisi menggerebek panti pijat Vins 3 Lounge and Spa di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Jadi terhadap perkara tersebut kami lakukan proses penyidikan dan kami sudah menetapkan telah ada 4 tersangka yaitu karyawan dari tempat hiburan tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Angga Surya Saputra di Mapolres Tangsel, Rabu (7/10/2020).

Penggerebekan dilakukan Selasa (6/10) pukul 21.00 WIB di Vins 3 Lounge and Spa di Ruko Gadget, Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Awalnya polisi mendapat laporan adanya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di lokasi. Polisi lalu mengamankan 12 orang karyawan dan terapis di sana.(Dtc/Red)