Banjir dan Longsor di Garut, 1.000 Orang Ngungsi-Ratusan Rumah Terdampak

oleh -73.489 views

IDUL FITRI

Garut I Realitas – Banjir dan Longsor di Garut, 1.000 Orang Ngungsi-Ratusan Rumah Terdampak.

Enam kecamatan di Kabupaten Garut dilanda bencana alam pada Senin (12/10) kemarin. Terparah, adalah banjir bandang yang menerjang Kecamatan Cibalong, Cikelet dan Pameungpeuk.

BACA JUGA :   Menjelang Libur Panjang, Arus Lalu Lintas Aceh Tamiang - Sumut Meningkat

Berdasarkan keterangan resmi dari Pemda Garut, bencana alam terjadi di enam kecamatan yang semuanya terletak di wilayah selatan. Ke enam kecamatan tersebut yakni Pameungpeuk, Cikelet, Cibalong, Peundeuy, Pamulihan, serta Cisompet.

BACA JUGA :   Polda Metro Jaya Membentuk Tim Khusus Ungkap Aksi Begal Sepeda

UPDATE CORONA

Bencana alam terparah terjadi di Kecamatan Pameungpeuk, Cibalong serta Cikelet. Ketiga kecamatan yang terletak di pesisir pantai selatan Garut ini dikepung banjir bandang.

“Ada enam kecamatan yang terkena bencana. Kecamatan Pameungpeuk, Cikelet, dan Cibalong terkena banjir bandang. Kecamatan Peundeuy, Pamulihan dan Cisompet terjadi pergerakan tanah dan longsor,” kata Bupati Garut Rudy Gunawan.

Dia juga menyebut ada sebanyak 1.000 orang mengungsi akibat bencana alam tersebut. “Warga yang mengungsi sudah hampir seribu orang. Mereka terdampak,” kata Rudy Gunawan

Selain banjir bandang, bencana longsor juga terjadi di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Cisompet, longsor terjadi di beberapa titik. Salah satunya terjadi di jalur provinsi, Jalan Pameungpeuk-Garut. Longsor yang terjadi di Cisompet juga membuat sebuah rumah milik warga ambruk.

Di Kecamatan Pamulihan, longsoran tebing menutup badan jalan penghubung desa. Material longsor sempat membuat jalan tidak bisa dilalui kendaraan. Warga dan aparat setempat kemudian bergotong royong menyingkirkan material longsor hingga akhirnya jalan bisa kembali dilalui pada Senin siang.

Sementara itu, di Kecamatan Peundeuy, longsor membuat sebuah jalan kabupaten rusak parah dan amblas sekira 30 meter. Hal tersebut terjadi saat longsoran tebing menutup gorong-gorong sehingga menyumbat aliran air.

luapan air yang deras kemudian menekan badan jalan hingga amblas puluhan meter ke bawah. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jalan tersebut kini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Pihak BPBD sendiri hingga Selasa (13/10/2020) masih melakukan pendataan dampak bencana alam yang terjadi di enam kecamatan kemarin.

Kendati demikian, bencana alam diduga terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh kawasan Garut sejak Minggu (11/10) lalu.

“Tidak ada korban jiwa. Tapi di Pameungpeuk ada rumah warga yang hanyut. Ada juga jembatan gantung yang rusak,” ucap Rudy.(Dtc/Red)