Arist Merdeka: Anak Adalah Generasi Penerus Kota Medan

oleh -96.489 views

IDUL FITRI

Medan I Realitas – Ketua Umum Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait menghadiri acara Selebrasi 22 tahun Komnas PA dan Diskusi Publik di Jalan Pelajar Ujung, Kecamatan Medan Kota.

Kegiatan yang diadakan di kantor Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumatera Utara (Sumut) tersebut, mengusung tema Menakar Komitmen Calon Kepala Daerah Tentang Perlindungan Anak.

Arist menjelaskan, kedatangannya di Kota Medan berkaitan dengan kampanye bagaimana memutus rantai kekerasan terhadap anak di Kota Medan, bersamaan dengan Pilkada yang akan dilakukan di Kota Medan.

IDUL FITRI

“Maka kedatangan saya adalah menyampaikan pesan moral secara roadshow bersama kawan mahasiswa para penggiat perlindungan anak ditempat ini yang di fasilitasi oleh LPA Sumut, juga mengkampayekan bagaimana pemimpin daerah nanti itu betul-betul punya perspektif punya program perlindungan anak supaya tidak mengeksploitasi anak,” ujar Arits saat diwawancarai Kamis (29/10/2020).

BACA JUGA :   Muhammad Jamil Resmi Menjabat Sekda Kota Pekanbaru

Lebih lanjut Arist menyebutkan, Berdasarkan  fakta menunjukkan adanya pasangan calon walikota medan mendatangi sekolah untuk berkampanye, menurutnya hal tersebut sudah melanggar undang-undang perlindungan anak.

“Dalam undang undang perlindungan anak itu sudah dilarang karena itu merupakan tindak pidana. Sebab yang dibenarkan adalah anak-anak sebagai pemilih pemula yang sudah diberikan hak politik akan tetapi anak-anak balita tidak dibenarkan,” ujarnya.

“Bahkan datangi satu sekolah yang tidak ada kaitannya dengan tali temali hak anak dalam pilkada itu didatangi,” tambah Arist

Selain itu Arist menyebutkan, Kota Medan saat ini telah menjadi zona merah kekerasan terhadap anak yang tidak pernah diatasi oleh hampir seluruh walikota. Calon walikota hanya memberikan janji dalam kampanye karena itu merupakan eksploitasi politik.

“Saya kira ini latar belakang supaya Kota Medan nanti dimasa akan datang hak-hak dasar anak itu tidak terlanggar lagi,” sebutnya.

Arist juga menitipkan pesan kepada pemimpin yang akan datang agar lebih perduli dengan persoalan anak, karena anak adalah generasi penerus Kota Medan keluarga dan bangsa.

BACA JUGA :   Ketua Fraksi PKB DKI: Hasbiallah Ilyas Soal Tunjangan Rp 8 M, Bukan Untuk Anggota Dewan Secara Pribadi

“Jangan eksploitasi anak-anak itu. Kita juga mau mendorong menyampaikan pesan moral bukan hanya sekedar kampanye Kota Medan indah. Tetapi bagaimana secara wujud nyata bahwa perbaikan lingkungan hidup harus benar terimplikasi dengan baik,” ujarnya.

“Sehingga ada ruang terbuka hijau bagi anak untuk membangun tumbuh kembangnya dengan baik dengan diyakininya banyaknya rumah atau tempat yang ramah anak kemudian juga sanitasi yang baik lingkungan yang baik,” tutup Arist. (Herman)