2 Orang Tewas dalam Demonstrasi Tuntut Pembubaran Unit Polisi SARS di Nigeria

oleh -64.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas Р2 Orang Tewas dalam Demonstrasi Tuntut Pembubaran Unit Polisi SARS di Nigeria.

Ribuan orang turun ke jalan pada Senin di Nigeria untuk menuntut pemerintah menindaklanjuti janji untuk membubarkan SARS (The Special Anti-Robbery Squad) atau pasukan khusus anti perampok, unit polisi yang ditakuti. Dua orang tewas dalam aksi demonstrasi ini.

BACA JUGA :   Menteri PPN Ikuti Rapat Kerja Dengan Pemprov Jawa Barat, Jabar Bagian Selatan Pelu Pembenahan

Selasa (13/10/2020), satu orang tewas oleh pasukan keamanan pada hari Sabtu di Ogbomoso, di negara bagian Oyo barat daya, sementara satu lainnya tewas pada hari Senin dalam bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa di Surulere, di negara bagian Lagos. Pemerintah mengatakan tewasnya kedua orang itu akan diselidiki.

BACA JUGA :   Tingkatkan Kerjasama dan Bangun Sinergitas,Serka Saring Komsos Dengan Aparatur Kelurahan

UPDATE CORONA

“Tidak ada alasan untuk menembak apa pun (tidak berbicara tentang peluru tajam) pada pengunjuk rasa yang damai. Polisi harus menemukan para penembak dan membuat mereka menghadapi keadilan penuh,” kata asisten khusus presiden, Tolu Ogunlesi, melalui akun twitternya.

Pada hari Senin, sekitar 2.000 orang memblokir jalan raya utama di kota terbesar di negara itu, Lagos. Para demonstrasn menuntut pemerintah membuat pengumuman bahwa SARS sedang dihapuskan.

Keputusan untuk membubarkan unit tersebut, berawal dari adanya tuduhan melakukan penangkapan tidak sah, penyiksaan dan pembunuhan di luar hukum, menyusul protes yang meluas yang melihat polisi menggunakan gas air mata dan meriam air.

Presiden Muhammadu Buhari pada hari Senin menegaskan bahwa “pembubaran SARS hanyalah langkah pertama dalam komitmen kami untuk reformasi polisi yang ekstensif,”.

Tujuan penegakan hukum dan tujuan pemolisian adalah untuk keselamatan hidup dan penghidupan warga Nigeria, katanya.

Tetapi pengunjuk rasa di Lagos dan ibu kota Abuja berjanji mereka akan terus menekan setelah janji sebelumnya untuk membubarkan unit dan menghukum petugas yang bertanggung jawab atas pelanggaran tidak dihormati.(Dtc/Red)