Sejoli Pemutilasi Gunakan Uang Korban Beli Emas hingga Motor Baru

oleh -85.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Sejoli Pemutilasi Gunakan Uang Korban Beli Emas hingga Motor Baru.

Sejoli pemutilasi, Laeli Atik Supriyatin (27) dan Djumadil Al Fajri (26) menguras harta korban usai membunuh Rinaldi Harley Wismanu (32). Kedua tersangka ini menghabiskan uang korban untuk membeli perhiasan hingga motor baru.

BACA JUGA :   17 Rumah Warga Rusak Akibat Gempa M 5,3 di Mamuju Tengah

Berdasarkan rekonstruksi yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/9/2020), usai membunuh korban dan mengetahui rekening dari korban, keduanya kemudian pergi ke sebuah toko emas di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat. Rekonstruksi dipimpin oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn SImanjuntak, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen, Kanit III Resmob AKP Mugia Yarry dan Kanit IV Resmob AKP Noor Marghantara, AKP Widi Irawan, Iptu Charles Bagaisar dan Iptu Sigit Santoso.

BACA JUGA :   Tekan Angka Malaria, Pos Waris Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 100/PS Bagikan Kelambu Anti Nyamuk Kepada Warga Binaan

UPDATE CORONA

“Adegan 28: pelaku membeli emas di salah satu toko emas di Pasar Baru,” kata Panit 3 Subdit Resmob AKP Widi Irawan membacakan reka adegan.

Bukan hanya membeli emas, keduanya juga sempat pergi ke sebuah show room motor yang berada di daerah Kramat Jati, Jakarta Timur. Di situ, kedua pelaku membeli sebuah satu unit sepeda motor Yamaha N-Max

“Adegan 31: Dari keuntungan menguras korban, dia juga beli motor Yamaha N-Mmax di ‘Garage Motor Kramat Jati’,” ucap Widi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengungkap bahwa pembunuhan itu dilatarbelakangi motif ekonomi.Tersangka Laeli Atik dan kekasihnya, Djumadil Al Fajri, berniat menguasai harta korban.

“Mereka mengetahui korban ini memiliki finansial dan sehingga kedua tersangka berencana menghabisi korban dan mengambil barang-barang dan uang korban. Motifnya adalah ingin menguasai harta milik korban,” jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/9).

Kapolda mengatakan kedua tersangka menguras uang Rp 97 juta lewat ATM korban. Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan dari kedua tersangka.

“Barang bukti ada 11 buah emas Antam kurang-lebih 11,5 gram dari berbagai jenis. Dua unit laptop, jam tangan, perhiasan dan ada beberapa kartu visa dari Bank Mandiri, BNI, BCA, dan lain-lain,” tuturnya.(Dtc/Red)