Ribuan Driver Online se-Jatim Gelar Demo Frontal Jilid 2

oleh -91.489 views

IDUL FITRI

Surabaya I Realitas – Ribuan Driver Online se-Jatim Gelar Demo Frontal Jilid 2.

Organisasi dan komunitas driver online se-Jawa Timur akan melakukan aksi demontrasi turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi di Surabaya. Aksi demo yang diberi nama Frontal (Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal) Jilid 2 ini akan menyuarakan aspirasi di beberapa titik.

Para Ojol akan mengawali aksi dengan melakukan konvoi kendaraan roda empat dan roda dua. Titik kumpul dimulai dari frontage Ahmad Yani sisi barat di samping Cito sekitar pukul 07.00 WIB.

Rute yang akan dilewati dari Jalan Ahmad Yani hingga Gubernur Suryo. Sasaran para ojol yakni Kantor Dishub Jawa Timur, Kantor Diskominfo Jawa Timur, Kantor Polda Jawa Timur, Kantor KPPU Jawa Timur, Kantor DPRD Jawa Timur, Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan, Kantor Gojek di Jalan Ngagel, Kantor Grab di Jalan Pemuda (Depan WTC), dan berakhir di Gedung Negara Grahadi.

Humas Frontal Jilid 2, Daniel Lukas Rorong mengatakan, aksi ini diikuti sekitar 1.000 driver online dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang dan berbagai kota atau kabupaten di Jawa Timur.

“Masing-masing daerah akan mengirimkan perwakilannya untuk menyuarakan beberapa tuntutan,” kata Daniel saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (15/9/2020).

Ditambahkannya, selama aksi, driver online roda dua dan empat se-Jatim yang tidak turun jalan, dihimbau untuk melakukan Off Bid (mematikan aplikasi atau tidak mengangkut penumpang atau kirim makanan dan barang) selama aksi berlangsung sampai tuntutan kami dipenuhi, sebagai bentuk dukungan kepada rekan-rekannya yang sedang demo turun ke jalan. “Ini semua demi kesejahteraan driver online,” imbuhnya.

Daniel yang juga Humas Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur ini juga meminta maaf buat para pengguna jalan jikalau merasa terganggu selama aksi berlangsung akibat kemacetan yang akan ditimbulkan dalam demo ini.

Termasuk buat para pemakai jasa transportasi online yang akan mengalami kesulitan saat memesan ojek online atau taksi online dan pemesanan makanan atau kirim barang pada tanggal 15 September.

“Ini berlaku tidak hanya di Surabaya, tapi juga di beberapa daerah di Jawa Timur,” ungkapnya.

Daniel juga menegaskan pada rekan-rekan driver online yang ikut demo untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, khususnya memakai masker selama mengikuti aksi. Serta membawa hand sanitizer.

Termasuk juga tertib berlalu lintas dan mengikuti arahan dari pihak kepolisian untuk pengaturan lalu lintas. “Semoga ada hasil yang memuaskan dan semua tuntutan kami dipenuhi,” pungkasnya.(Dtc/Red)