Pria AS Temukan Bungkusan Berisi Otak saat Berjalan di Pantai

oleh -109.489 views
A handout picture released by the Egyptian Ministry of Antiquities on September 20, 2020, shows Secretary General of the Supreme Council of Antiquities Mostafa Waziri (C) inspecting one of fourteen 2500 year-old coffins discovered in a burial shaft at the desert necropolis of Saqqara south of the capital. - Egypt's antiquities ministry announced the discovery of 14 new coffins in the Saqqara area buried deep in a well for around 2500 years. (Photo by - / Egyptian Ministry of Antiquities / AFP) / === RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / HO / EGYPTIAN MINISTRY OF ANTIQUITIES- NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS ==

IDUL FITRI

RACINE I Realitas Pria AS Temukan Bungkusan Berisi Otak saat Berjalan di Pantai.

Seorang pria asal Wisconsin, Amerika Serikatmenemukan sebuah bungkusan mencurigakan saat sedang berjalan-jalan di tepi pantai. Betapa terkejutnya dia setelah mengetahui isi bungkusan tersebut adalah sebuah otak.

BACA JUGA :   Sertu Sunarno Bersinergi Dengan Linmas Bagikan Sembako Kepada Warga Yang Isolasi Mandiri

Pria bernama James Senda awalnya curiga dengan bungkusan alumunium foil aneh yang tergeletak di pinggir pantai Samuel Myers Park di Racine pada Rabu (16/9/2020) kemarin. Dia memang memiliki kebiasaan berjalan-jalan di pantai sambil mencari barang unik untuk dijadikan patung.

BACA JUGA :   Bertolak ke Sumatera Utara, Presiden Akan Tinjau Pengembangan Lumbung Pangan Baru dan Serahkan Sertifikat Hak Atas Tanah

UPDATE CORONA

Penasaran dengan isi bungkusan itu, Senda kemudian membukanya. Dia sangat terkejut bungkusan aneh itu berisi otak yang warnanya sudah pucat. Selain otak, di bungkusan itu juga terdapat bunga merah muda dan uang yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

“Ketika saya pertama kali membukanya, saya pikir saya sangat terkejut,” kata Senda , Senin (21/9/2020).

“Saya lalu bertanya ke seorang pekerja di dekat saya dan memastikan apakah saya benar-benar menemukan sebuah otak?,” lanjutnya.

Polisi yang mendapatkan laporan dan telah memeriksa isi bungkusan itu memastikan otak tersebut bukan milik manusia. Namun, paramedis tidak yakin otak itu berasal dari hewan apa.

Sementara itu, beberapa komunitas curiga barang-barang di bungkusan itu merupakan bagian dari ritual persembahan bagi orang yang sudah meninggal dunia.

Biasanya, ritual itu mempersembahkan barang-barang seperti uang dan bunga yang dapat mereka gunakan di akhirat. Akan tetapi, alasan penggunaan otak dalam ritual itu belum bisa dijelaskan.

“Saya senang yang menemukannya.”

“Bayangkan jika seorang nenek atau ibu atau anak-anak yang sedang bermain di dekatnya melihat dan membuka bungkusan itu. Saya yang berusia 47 tahun sangat ketakutan mengetahuinya,” tambahnya.(IN/Red)