Pimpinan Tinggi PT. PMBN Diduga Postif Covid-19

oleh -171.489 views

IDUL FITRI

Pelalawan I Realitas – Pimpinan Tinggi PT. PMBN Diduga Postif Covid-19.

Pimpinan tinggi perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. PMBN Asian Agri Grup di Kabupaten Pelalawan diduga terjangkit Corona virus disease (Covid-19). Pihak managemen perusahaan mengaku belum terima surat hasil test swab.

Menurut informasi yang diterima media ini  dari sumber terpercaya, pada Jumat (18/9/2020), pimpinan tinggi perusahaan perkebunan PT. Pusaka Mitra Bumi Nusantara (PMBN) bersama supirnya, telah terkonfirmasi positif Covid-19. Kedua orang itu sedang menjalani isolasi di Pekanbaru, jelas sumber.

Dijelaskan sumber tersebut, selain kedua orang itu sudah terkonfirmasi postif Covid-19, ada sebanyak 13 orang karyawan PT. PMBN juga masuk sebagai ODP (orang dalam pengawasan), Sabtu (19/09/2020).

Sayangnya ketiga belas orang yang masuk ODP itu masih tetap dipekerjakan oleh pihak manajemen perusahaan PT. PMBN, ujarnya sambil minta namanya tidak disebutkan.

Manajemen perusahaan PT. PMBN Asian Agri yang dikonfirmasi langsung melalui kepala tata usaha (KTU), Bahrum Purba mengaku bahwa memang informasinya seperti itu. Cuma dia tidak berani bilang iya atau tidak, karena perusahaan belum terima hasil test swab secara tertulis, jawabnya.

KTU PT. PMBN itu membeberkan riwayat perjalanan pimpinannya itu. Sekitar dua Minggu yang lalu, pimpinan PT. PMBN pulang kampung ke Bengkulu karena orang tuanya meninggal dunia.

Setelah balik dari Bengkulu sekitar seminggu yang lalu,  menginap satu malam di perusahaan, kemudian beliau pulang kerumahnya di Pekanbaru.

BACA JUGA :   Helikopter Apache Milik TNI AD Memiliki Persenjataan Modern dan Canggih

Mulai dari situ tidak tahu bagaimana perkembangan keberadaan pimpinan. To saja ada informasi  seperti itu, ujarnya menerangkan.

Terkait dengan karyawan sebanyak 13 orang yang masuk sebagai ODP, itu karena kemarin sudah dilakukan rapid test kepada mereka. Namun hingga hari ini.

Hasil rapid test kepada orang itu belum keluar, dan semua ODP itu sudah dikarantina oleh pihak perusahaan, ucap Bahrum Purba. (Sona)