Permintaan Rp 400 Miliar untuk Bangun Gedung Kejagung yang Terbakar

oleh -75.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Permintaan Rp 400 Miliar untuk Bangun Gedung Kejagung yang Terbakar.

Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) luluh lantak dilalap api pada akhir Agustus lalu. Kejagung lantas mengajukan anggaran sebesar Rp 400 miliar khusus untuk pembangunan kembali Gedung Utama.

Hal itu diungkapkan Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimiladi, dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Selasa (15/9/2050). Mulanya, Setia mengatakan musibah kebakaran Gedung Utama Kejagung mengganggu kelancaran tugas pokok pihaknya.

“Sehubungan dengan terjadinya musibah kebakaran pada tanggal 22 Agustus 2020 yang mengakibatkan kerusakan berat pada seluruh bangunan gedung utama Kejaksaan sehingga mengganggu kelancaran tugas pokok, maka diperlukan pembangunan kembali gedung tersebut,” kata Setia.

Dia lalu bermohon agar Komisi III DPR mendukung rencana pembangunan ulang Gedung Utama Kejagung. Biaya pembangunan yang ditaksir Rp 400 miliar itu dimasukkan Kejagung dalam anggaran 2021.

“Oleh karena itu Kejaksaan memohon kiranya Komisi III DPR dapat mendukung dan menyetujui tambahan anggaran di tahun 2021 sebesar Rp 400 miliar untuk pembangunan kembali gedung utama kejaksaan,” lanjut Setia.

“Kami pastikan seluruh aktivitas kerja di beberapa bidang kejaksaan yang terdampak kebakaran tetap dapat berjalan. Sementara ini menempati gedung Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan di Ragunan dan Ceger,” ungkapnya.Setia memastikan aktivitas Kejagung tetap berjalan walaupun terganggu dengan kondisi Gedung Utama saat ini. Setia menjelaskan seluruh aktivitas masih dilakukan di Ragunan dan Ceger.

Lebih lanjut, total anggaran tambahan yang diajukan Kejagung yakni Rp 2,5 triliun. Untuk diketahui, saat ini tercatat pagu anggaran indikatif dari Kementerian Keuangan sebesar Rp 6,9 triliun.

“Pada intinya Kejagung meminta tambahan anggaran untuk tahun 2021 sebesar Rp 2.520.672.057.409” ucap Setia.

Kebakaran Gedung Utama Kejagung menyita perhatian publik lantaran Kejaksaan Agung beberapa bulan terakhir menangani kasus besar seperti dugaan korupsi Jiwasraya hinggan dugaan gratifikasi Jaksa Pinangki oleh Djoko Tjandra. Banyak pihak berspekulasi soal kebakaran ini.(Dtc/Red)