Kasus Percobaan Pembakaran Rumah Disidangkan di PN Labuhan Deli, Terdakwa Tidak Ditahan

oleh -396.489 views

IDUL FITRI

Labuhan Deli I Realitas – Kasus Percobaan Pembakaran Rumah Disidangkan di PN Labuhan Deli, Terdakwa Tidak Ditahan.

Sidang ke 4 (empat) secara online dalam kasus percobaan pembakaran rumah, dengan tersangka (Tsk) bernama Djohar alias Acay (44) warga Jalan Sutomo Medan menimbulkan tanda tanya besar pada Senin, (28/09/2020) di Ruangan Pengadilan Cabang Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam Jalan Titi Pahlawan No. 1, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Medan.

REALITAS TV

Kronologisnya korban Raidah (52) warga Komplek Perkebunan Sawit CV Paluh Jaya di Dusun X, Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang bertugas sebagai mandor dan diminta oleh Tsk selaku pengurus perusahaan tersebut untuk segera mengosongkan rumah yang ditempatinya.

BACA JUGA :   Pemerintah, Idul Fitri 1442 Hijriyah Jatuh Pada Kamis 13 Mei 2021

Merasa ngga ditanggapi, Tsk mendatangi rumah korban serta memerintahkan untuk mengangkat barang-barang miliknya dari rumah karena rumah itu mau dibakar sambil membawa 10 botol bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalit berukuran 1 liter setiap botolnya dan Tsk sempat melakukan penyiraman sebanyak 4 botol ke korban.

Berdasarkan hal tersebut, korban membuat laporan pengaduan ke Polres Pelabuhan Belawan dengan Laporan Polisi Nomor LP/167/IV2020/SU/SPKTPel.Blwn, kemudian ditindak lanjuti pihak Kejaksaan untuk dapat disidangkan dan Tsk melanggar pasal 153 KUHP dengan ancamana 5 tahun penjara.

BACA JUGA :   Anggota DPRD Tk. II Medan, Tampung Aspirasi Dan Keluhan Masyarkat

Hasil pemeriksaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabjari Labuhan Deli Eko Maranatha Simbolon SH dan Majelis Hakim PN Lubuk Pakam yang bersidang.

di Labuhan Deli secara online yaitu Rina Sibarani SH, Anggra Boang Manalu SH dan Mona bahwa terdakwa mengakui perbuatannya kepada Jaksa dan Majelis Hakim mengancam korban akan membakar rumah yang ditempatinya.

JPU Cabjari Labuhan Deli, Eko Maranatha Simbolon SH ketika dikonfirmasi awak media mengatakan, sidang sudah digelar empat kali dan Majelis Hakim mengatakan sidang akan digelar kembali hari Senin 05/10/2020 dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap Tsk sebagai terdakwa.

BACA JUGA :   Temuan Inspektorat Pengunaan DD/ADD Desa Kesuma Telah Dikembalikan

“Terdakwa dibantarkan di luar tidak wewenangnya melainkan hakim”, Ucapnya.

Menurut info dan hasil pantauan wartawan, terdakwa tidak ditahan dan bebas menghirup udara di luar, padahal ancaman hukuman 5 tahun penjara dan Raidah (korban) merasa was-was dengan keberadaan terdakwa diluar.

“Saya meminta kepada Majelis Hakim supaya terdakwa Acay ditahan karena sangat mengganggu kehidupan keluarga mereka”, Pintanya dengan memelas. (Win).

UPDATE CORONA