Nelayan Tersangka Perobekan Amplop Penambang Pasir Ditahan Polisi

oleh -100.489 views

IDUL FITRI

Makassar I Realitas – Nelayan Tersangka Perobekan Amplop Penambang Pasir Ditahan Polisi.

Nelayan Pulau Kodingareng Lompo, Manre, langsung ditahan polisi setelah diperiksa sebagai tersangka kasus perobekan amplop berisi uang tunai pemberian perusahaan tambang pasir di Makassar, Sulawesi Selatan. Manre menjadi tersangka atas dugaan perusakan mata uang rupiah sebagai simbol negara.

“Klien kami sudah ditahan,” ucap penasihat hukum dari LBH Makassar Ady Anugrah saat dimintai konfirmasi, Sabtu (15/8/2020).

Manre ditetapkan menjadi tersangka usai penyidik Ditpolair Polda Sulawesi Selatan melakukan gelar perkara pada Jumat (7/8) pekan lalu. Manre dijerat polisi dengan Pasal 25 UU 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

“Ancaman hukuman 5 tahun penjara,” kata Direktur Ditpolair Polda Sulsel Kombes Hery Wiyanto kepada wartawan di kantornya, Jalan Ujung Pandang, Kota Makassar, Jumat (14/8).

Selaku penasihat hukum tersangka, Ady lantas mengajukan surat penangguhan penahanan ke polisi. Surat itu diajukan berselang beberapa jam setelah Manre resmi ditahan.

“Mungkin Selasa pekan depan ada jawaban apakah surat penangguhan penahanan yang kami ajukan itu diterima atau tidak,” katanya.

Sebelum menjadi tersangka, Manre telah dimintai keterangan sebagai saksi pada Senin (3/8). Manre saat itu diperiksa sebagai saksi bersama dua warga lainnya, yakni Sarti dan Suwadi.

Perobekan uang tersebut berawal saat Suwadi menerima amplop dari perusahaan penambang pasir di laut Makassar, PT B. Suwadi menerima amplop itu dari PT B sebagai upah setelah Suwadi ikut serta melakukan survei di lokasi tambang pasir yang baru.

Mengetahui hal itu, Suwadi langsung dimintai klarifikasi sesama warga Pulau Kodingareng, termasuk Manre, karena warga saat itu dalam kondisi menentang PT B agar tidak beroperasi di wilayah tangkapan nelayan. Permintaan klarifikasi itu kemudian berujung perobekan amplop pemberian PT B oleh Manre.

Aksi perobekan amplop tersebut terekam kamera warga lainnya hingga beredar di media sosial Facebook. Polisi yang melihat video itu lantas mengusut kasus ini.(Dtc/Red)