banner 900250

Simpan Senjata Api Ilegal, Residivis Pengguna Narkoba Tahun 2019 Akhirnya Ditangkap Polisi

oleh -76.312 views

IDUL FITRI

Pekanbaru I Realitas – Simpan Senjata Api Ilegal, Residivis Pengguna Narkoba Tahun 2019 Akhirnya Ditangkap Polisi.

Polsek Lima Puluh berhasil menangkap seorang pelaku penyimpan atau pengguna senjata api di Jalan hangtuah pekanbaru pada Selasa (28/07/2020).

Penangkapan seorang pelaku pengguna dan penyimpan senjata api berinisial YA (31) yang beralamat di Jalan Hang Tuah Kecamatan Tenayan Raya kota Pekanbaru.

Pada hari Kamis (23/07/2020) lalu Pukul 23.30 WIB, penangkapan diawali dengan adanya laporan masyarakat terhadap YA yang disampaikan kepada Kapolsek Lima Puluh Kompol Sanny Handityo, ia pun memerintahkan tim opsnal untuk menangkap pelaku YA .

Dalam penangkapan dilakukan tindakan kepolisian melakukan penggeledahan rumah pelaku YA, dalam penggeledahan itu juga ditemukan 3 (tiga) unit senjata api yaitu jenis revolver warna putih crome dan amunisi kaliber 38 sebanyak 4 butir, amunisi kaliber 39 sebanyak 4 butir, 1 (satu) pucuk senjata api jenis sormidt osthem/rhoen kaliber 8 mm MOD 5A warna hitam, dan 1 pucuk senjata api jenis colt’s 5.5 mm warna silver dilengkapi 1 buah magazine, 1 butir amunisi 5,5 mm, 1 butir selongsong peluru 5,5 mm, dan 1 plastik spare part senjata.

Setelah dilakukan pendalaman kepada pelaku YA ternyata ketiga pucuk senjata api itu bukan milik YA melainkan milik kliennya yang menggunakan jasa untuk memperbaiki senjata api itu, kemudian senjata api dikembalikan kepada YA namun pemilik sebenarnya tidak kunjung datang.

YA sudah lama dalam penyelidikan Polsek Lima Puluh, ia bekerja di perusahaan swasta dan kini sudah di PHK dari pekerjaannya.

“Ada penawaran buat YA untuk memperbaiki senjata dan tawaran itu diterimanya sehingga YA belajar memperbaiki senjata melalui Youtube,” Ujar Kapolsek.

Ternyata, YA juga seorang residivis pengguna narkoba tahun 2019 dan saat ditangkap dilakutan tes urine dengan hasil positif.

“Atas perbuatannya, YA dijerat dengan pasal 1 ayat (1) UU darurat No 12 tahun 1951, ancaman pidana selama maksimal 20 tahun penjara,” Tutup Kapolsek. *(mirza)