banner 900250

Forkompimda Tinjau Sekolah, Tatap Muka Di Batasi Sekolah Hanya 30 Menit

oleh -147.312 views
Bupati, Kapolres dan Dandim 0116 Nagan Raya didampingi Kepala Sekolah melihat langsung siswa dalam kelas, Senin (13/07/2020).(Mediarealitas/Nuna Katijah)

IDUL FITRI

Nagan Raya I Realitas – Forkompimda Tinjau Sekolah, Tatap Muka Di Batasi Sekolah Hanya 30 Menit.

Forkopimda Nagan Raya melakukan pemantauan terhadap sejumlah sekolah yakni SMA, SMP dan MAN, di Kabupaten Nagan Raya, Senin (13/07/2020).

Dalam tinjauan Forkompimda Bupati Nagan Raya, Kapolres, Dandim 0116 Nagan Raya didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya Irwan melihat langsung proses belajar mengajar dalam kelas di Sekolah.

Dalam tinjau tersebut Bupati Nagan Raya HM Jamin Idham mengatakan kita melakukan pemantauan langsung terhadap dunia pendidikan dan diutamakan jaga Protokol kesehatan.

Jaga jarak dan harus menyediakan tempat cuci tangan , memeriksa suhu tubuh Masker Walaupun di Nagan Raya Berstatus zona hijau,”kata Bupati

Bupati menegaskan, jika melanggar aturan selama new normal ini sepertia tidak mematuhi protokol kesehatan sekolah tersebut di hentikan.

Kepala SMA Negeri 1 Seunagan Zulkifli Is mengucapkan terima kasih atas kunjungan Forkopimda Nagan raya yang sudah melakukan dukungan guna untuk antisipasi Covid-19 demi kelancaran untuk Menunjang Proses belajar

“Kami sudah menyediakan fasilitas penunjang protokol kesehatan dimasa new normal telah lengkap, sepert thermo gun, hand sanitizer, sarana cuci tangan.

Serta alat periksa suhu tubuh dan Membagikan Masker untuk semua siswa guna untuk memutuskan mata rantai Virus corona,” jelas kepala sekolah SMAN I Seunagan Zulkifli

Zulkifli menjelaskan, untuk Mata jam pelajaran Kami kurangi dari 40 menit menjadi 30 Menit itu kita lakukan setiap mata pelajaran dan setiap lokal ada pengurangan siswa hanya bisa 14 orang saja.

Atau di bagi dua (gantian) dan tetap jaga jarak, bagi siswa masuk sekalian , Jam 7.30 Wib kelas Satu, Jam 7.45 Wib.Siswa kelas 2 dan Jam 8 Siswa kelas Tiga “Terangnya.

Ia mengharapkan, Pemerintah Maupun para donatur harus memperhatikan terkait alat-alat kesehatan yang dibutuhkan oleh para siswa, karena sekolah bukan satu hari atau dua hari tentu pengadaan alat tersebut.

Harus menggunakan Anggaran yang sedikit tentu saja kalau dilimpahkan dari sekolah itu tidak mungkin maka pemerintah juga harus memikirkan hal tersebut. “kata Zulkifli.

Plt kepala sekolah SMP Negeri 1 jeuram Misnan Spd mengatakan, dalam jam mengajar ini bagikan kelompok supaya nanti setiap kelompok Tiga hari sekolah dan kelompok berikut juga demikian agar proses belajar mengajar lancar. (Nuna Katijah)