banner 900250

Berakhirnya Jejak Geng Motor Pembuat Onar di Sukabumi

oleh -78.312 views

IDUL FITRI

Sukabumi I Realitas РBerakhirnya Jejak Geng Motor Pembuat Onar di Sukabumi.

Tiga pelaku geng pembuat onar yang merekam aksi kekerasan kemudian tersebar di aplikasi perpesanan dan media sosial Facebook akhirnya berakhir setelah Satreskrim Polres Sukabumi meringkus kawanan tersebut.

Dua pelaku ditangkap di Palabuhanratu, Sukabumi dan satu pelaku lainnya ditangkap di Kabupaten Cianjur. Tanpa perlawanan, semua pelaku digelandang ke Mapolres Sukabumi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kabar soal penangkapan itu dibenarkan Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif melalui sambungan telepon.

“Benar, tiga orang pelaku kita tangkap berurutan. Dua di wilayah Sukabumi dan satu lainnya di Cianjur,” kata Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif , Selasa (28/7/2020).

Dia mengungkapkan, dari tiga pelaku yang ditangkap, salah satunya merupakan otak dari aksi teror ke warga. Selain itu ada juga yang berperan merekam detik-detik aksi perusakan.

“Ada yang merekam kejadian tersebut, anggota mereka juga. Nanti lengkapnya segera kita rilis,” jelas Lukman.

Tidak seperti aksi gagahnya di video saat menebar teror, ketiga pelaku terlihat menunduk saat digelandang petugas ke area jumpa pers. Salah seorang pelaku terlihat menitikan air mata dengan kedua tangan terborgol.

“Kita amankan tiga pelaku kriminal perusakan rumah kontrakan, pelaku inisial AG sebagai eksekutor kemudian A dan R yang melakukan perusakan,” kata Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif kepada awak media di halaman Mapolres Sukabumi, Palabuhanratu, Selasa (28/7/2020).

Ketiga tersangka dijelaskan Lukman ditangkap karena sudah merusak rumah dengan menggunakan celurit, samurai dan balok kayu. Tidak ada korban luka atau jiwa akibat perbuatan onar para pelaku.

“Mereka hanya melakukan perusakan dan pengancaman kepada masyarakat, kita tangkap dan amankan segera karena perbuatan gerombolan kriminal ini sangat meresahkan masyarakat,” lanjut Lukman.

Selain itu, atribut yang dipakai pelaku juga bukan atribut kelompok mereka. Polisi masih menyelidiki kepemilikan atribut tersebut, terkait asal kelompok pelaku polisi juga tidak merinci secara jelas.

Dari pakaian yang di pakai salah satu pelaku ini (saat aksi) dia menggunakan seperti yang tercantum disini (XTC). Tapi sebenarnya dia juga bukan berasal dari kelompok ini tapi dari kelompok lain,” kata Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif kepada wartwan, Selasa (28/7/2020).

pelaku disebut berasal dari Ormas GBR dan Ormas Brigez. Selain jaket XTC, polisi juga mengamankan atribut berupa bendera Hitam Merah Kuning mirip bendera negara Jerman yang juga diduga menjadi kebanggaan kelompok GBR.

“(Saat aksi) Dia pakai jaket tertentu padahal kan dia berasal dari kelompok yang lain. Intinya polisi tidak melihat mereka dari kelompok mana, mereka melakukan tindak pidana dan meresahkan ya kita tindak,” lanjut Lukman.(Dtc/Red)