IKLAN YARA

Bersama Rakyat, Polri Wujudkan Program Ketahanan Pangan Di Tengah Pandemik Covid-19

oleh -192.489 views
UPDATE CORONA

Jalarta I Realitas – Bersama Rakyat, Polri Wujudkan Program Ketahanan Pangan Di Tengah Pandemik Covid-19.

Krisis pangan menghantui Indonesia di saat pandemik Covid-19 tengah berlangsung.

Pemerintah, termasuk Polri telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi agar krisis pangan tidak terjadi.

Polri dalam mewujudkan ketahanan pangan misalnya, memanfaatkan lahan tidur menjadi produktif dengan menanami padi, sayur-sayuran hingga benih ikan.

“Tak lain adalah satu upaya nyata Polri untuk ikut mewujudkan ketahanan pangan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono kepada wartawan, Kamis (25/06/2020).

Contoh nyatanya di Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan. Warga bersama anggota Bhabinkamtibmas memanfaatkan lahan kosong untuk dikelola dan ditanami aneka tanaman sayur-sayuran dan sejenisnya baik secara alami maupun hidroponik.

Selain pupuk, warga juga mendapat langsung bantuan 4.500 bibit tanaman sehingga mampu meningkatkan produksi tanaman.

BACA JUGA :   Polisi Tangkap Pelaku Kejahatan Ekshibisionisme di Menteng

Di wilayah hukum Polres Indramayu, Jawa Barat, warga membudidayakan ikan lele di Kelurahan Kandanghaur. Budidaya tersebut dilakukan di atas lahan 30 hektare yang terbagi ke dalam 200 petak.

Masing-masing petak berukuran sekitar 25 x 15 meter. Dari satu petak tersebut bisa menghasilkan ikan sebanyak 3 ton.

Sementara Kepolisian Polresta Jayapura Kota memanfaatkan lahan kosong untuk bercocok tanam komoditi sayuran seperti seperti terong, lombok, kangkung, tomat, jagung, dan singkong.

Hal tersebut selain menjadi bentuk kemandirian dari anggota, hasil panen komoditi sayuran pun dimanfaatkan untuk membantu masyarakat sekitar secara berkelanjutan.

Di Majalengka, Jawa Barat seluruh jajaran Polsek membuat inovasi membudidayakan lele dan kangkung dalam ember. Program tersebut berjalan sejak Maret lalu.

Belum lama ini, Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh bersama Muspika dan tokoh masyarakat setempat menuai hasilnya dengan panen bersama.

Program ini disambut baik masyarakat karena hasil panen tersebut dapat dinikmati bersama. Di Kabupaten Pelalawan, Riau juga demikian. Lahan yang sudah tersedia seluas 13 hektare.

Di sana masyarakat menanam palawija dan sayuran yang membutuh waktu dua bulan panen. Jangka waktu itu dinilai efektif memenuhi kebutuhan dapur jika Covid-19 tak kunjung berakhir.

Masyarakat tinggal mengolah lahan karena bibit, alat tani dan pupuk sudah disediakan. Bagi kelompok tani yang suka perikanan juga disediakan beberapa kolam dan bantuan bibit.

Ada bibit cabai rawit, jagung manis, kangkung, sawi, bayam, timun, ikan lele, nila dan patin. Selama bertani, masyarakat tidak dilepas begitu saja karena ada tenaga ahli untuk penyuluhan.

Polda Riau juga menempatkan personel Bhabinkamtibmas sebagai vioner bersama Babinsa. Irjen Pol Argo Yuwono menegaskan, program ketahanan pangan nasional ini sudah berjalan sejak Maret 2020 lalu.

Dimana 34 Polda dan 500 Polres di seluruh Indonesia telah menyiapkan strateginya masing-masing guna mendorong keterlibatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

“Ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk ikut serta mendukung program ketahanan pangan nasional yang di gagas pemerintah, sehingga kebutuhan dasar sehari- hari masyarakat dapat terpenuhi seperti sayur, ikan dan sebagainya,” pungkas Irjen Pol Argo. (*)

BACA JUGA :   Pria Asal Surabaya Tertangkap saat Curi Kambing