72819 KALI DIBACA

Ketua Pemuda Desa Suka Jaya Geram Melihat Situasi Simeulue Teranyar Imbau Penegak Hukum Proses Penyebar Unjaran Kebencian

Ketua Pemuda Desa Suka Jaya Geram Melihat Situasi Simeulue Teranyar Imbau Penegak Hukum Proses Penyebar Unjaran Kebencian
UPDATE CORONA

Sinabang I Realitas – Ketua Pemuda Desa Suka Jaya Geram Melihat Situasi Simeulue Teranyar Imbau Penegak Hukum Proses Penyebar Unjaran Kebencian.

Hardani Ketua Pemuda Desa Suka Jaya yang juga mantan Presiden Mahasiswa Al-washliyah Aceh geram melihat suasana hiruk pikuk di Pulau Simeulue saat ini, Selasa (18/02/2020)

“Semua polemik permasalahan yang terjadi di kabupaten Simeulue saat ini bermula dari kelakuan Pemimpin Kita, mulai dari Dugaan video Amoral, dugaan korupsi dana siluman 9,6 M, Dana Pembangunan Jalan Simpang Patriot batu ragi 12,8 M dan diduga melakukan unjaran kebencian kepada wartawan dan DPRK sehingga hal tersebut menimbulkan pro kontra di tengah tengah masyarakat,” tegas Hardani.

Kemudian khusus masalah unjaran kebencian pasca viralnya berita dengan judul salah seorang oknum Pejabat Daerah menghina profesi wartawan dan DPRK di salah satu gruop Whatshaap maka hal itu perlu penanganan dan proses dari penegak hukum.

Adapun diuraikan Hardani dalam percakapan group Whatshaap tersebut terlihat salah satu nomor yang di duga kuat adalah nomor salah seorang pejabat daerah yang menggunakan bahasa daerah menghina Wartawan dan DPRK dengan bahasa dalam Bahasa Indonesia sebagai berikut: Wartawan itu wartawan Taik termasuk anggota dprk, betul2 tidak menggunakan mata kepala, proyek yang satu itukan yg sedang di kerjakan aleng di amabaan menuju miteum, memang ruasnya simpang batu ragi, luar biasa manusianya, saya harapkan kepada semua anggota group SAS jangan tenang tenang saja. Bicaralah, kalau begitu di injak injak terus kita, kalian diam2 saja, kalau cerita kalian setinggi gunung Sibau.

Kemudian statmen di atas membias hingga terakhir muncul komentar-komentar di akun medsos Facebook yang saling sindir dan merendahkan antar kelompol dan golongan.

Hardani berharap kepada seluruh Masyarakat Simeulue agar kiranya dapat menyikapi semua permasalahan dengan bijak dan profesional “Pada saat seperti ini, kita tidak boleh menjadi dinding pembatas atau jurang pemisah”.

Akan Tetapi jadilah Jembatan yg menghubungkan satu dengan yang lainnya, Sebagai Putra Putri Simeulue, Lawan Kita Bukanlah Suku, Ras, Etnis Dan Agama, Akan tetapi Kebijakan yang salah, jadilah Pengkritik yang Terarah, Bukan Membabi Buta, ingat Kita ini Putra -putri Simeulue jangan mau di profokasi. “Pungkasnya.

Hardani juga berharap kepada penegak hukum agar memproses penyebar kebenciaan baik itu nomor yang di duga salah seorang pejabat daerah yang menghina Profesi Wartawan dan DPRK di salah satu gruop Whatshaap ataupun yang Lainnya yang melakukan Ujaran Kebencian Kepada Suku, Ras, Etnis dan agama. tutupnya. (Zulfadli/Yudi)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS