banner 700250

Surat Terbuka Untuk Kementerian BUMN Dan Presiden Jokowi

oleh -22.201 views
Syukri Cut Ali , Pensiunan PTPN I Langsa, Aceh .

IDUL FITRI

Syukri Cut Ali Pensiunan PTP N I Aceh Pemerintah Pusat Dan Holding BUMN Perkebunan Kurang Memperoleh Informasi Dalam Penempatan Direksi PTPN I.

Semestinya Pemerintah dalam hal ini Mentri BUMN dan PT.Perkebunan Nusantara III (HOLDING) mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh didalam penempatan personil Direksi di PTPN I Aceh, hal ini terkait dengan Daerah dimana Aceh adalah Daerah Khusus yang memiliki sifat sifat yang sangat Khusus sesuai karakter Daerah dan perlunya pertimbangan tersebut mengingat Aceh bekas Daerah Konflik yang berkepanjangan secaraPsikologis Aceh membutuhkan dorongan untuk memperbaiki sendi sendi kehidupan dan tata kelola perusahaan yang lebih baik.

Untuk itu Aceh membutuhkan Direksi (Pemimpin) yang mampu  mengayomi, memperbaiki sendi sendi kehidupan, tata kelola Perusahaan dan menciptakanketenangan Kerja bagi Karyawan.

Aceh tidak mengharuskan Direksi Putra Daerah sepanjang orang lain mampu beradaptasi dengan Kultur Masyarakat Aceh, disini hanya dapat Kami sarankan bahwa dalam penempatan Dirut kedepan hal hal tersebut diatas dapat di pertimbangkan, agar sedapat mungkin Personil tersebut berasal dari PT. Perkebunan Nusantara IV Medan, Sumatera Utara.

Direksi Periode sekarang kurang memahami nilai nilai kedaerahan yang memang sangat dibutuhkan agar perusahaan dapat berjalan baik dan lancar, contoh konkrit dalam pengelolan Perusahaan selama ini tidak pernah harmonis baik dengan pemerintah daerah, Masyarakat dan Karyawan, sehingga 3 (tiga) tahun terakhir PTPN I terus Merugi.

Sehingga PTPN I Sangat berat untuk bangkit karena selalu berhadapan dengan Konflik baik internal maupun External maka ujung ujungnya PTPN I merugi dan salah urus, contoh penempatan pak Uri Mulyari terkesan sangat di paksakan dan begitu juga Desmanto selaku Dirops belum memenuhi persyaratan, kalau PTPN I kemudian Gagal bukan kesalahan siapa siapa akan tetapi hal itu semua karena kebijakan Holding BUMN Perkebunan,Desmanto pada saat di tempatkan sebagai Direksi apa sudah di Assesment, apa sudah KMP dan apakah memenuhi persyaratan lainya atau juga dipaksakan, Apakah PTPN I Merugi disebabkan penempatan Direksi yang salah atau orang lain yang salah, Apakah Uri Mulyari sudah pernah menjadi Direktur Bidang ini kan tidak Lazim langsung jadi Dirut, dan Desmanto menjadi Direktur Oprasional apakah pada saat diangkat sudah di Assiment, saya melihat dan menganalisa bahwa PTPN I ini merugi karena diurus oleh orang orang yang tidak mempunyai kemampuan.

Santunan Hari Tua (SHT) merupakan kewajiban Perusahaan, sampai saat ini belum dibayarkan (melunasi) kepada Pensiunan Karyawan PTPN I, lebih kurang 4 (empat) tahun terakhir, sementara di Zaman Konflik pun tidak pernah ada perselisihan faham Karyawan Pensiunan dengan pihak 

Perusahaan, Kami Karyawan Perusahaan heran kenapa Santunan Hari Tua (SHT) sampai hari ini belum dilunasi.

Tertanda Syukri Cut Ali Pensiunan PTPN 1 LANGSA.