Karyawan Kafe Remang Jakut: 8 Perempuan di Bawah Umur Dijadikan PSK

oleh -30.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Salah satu karyawan di Cafe Khayangan di daerah Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, menjabarkan lebih dalam terkait kafe remang yang baru saja digerebek oleh tim Polda Metro Jaya. Ada anak-anak yang turut dipekerjakan di bisnis prostitusi.

Ditemui di Polda Metro Jaya, tersangka E alias Eka, yang bekerja sebagai karyawan pembersih kamar di Cafe Khayangan, mengaku baru sebulan bekerja di kafe zina itu. Selama bekerja di sana, dia menyebut pelanggan memfavoritkan PSK di bawah umur.

“(PSK) ABG paling laku di sana (Cafe Khayangan),” kata Eka di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Dia membenarkan ada wanita di bawah umur yang bekerja sebagai PSK di kafe itu. Total delapan ABG bekerja sebagai PSK di sana.

“PSK di sana rata-rata umurnya 20-an ke atas. Kalau di bawah umur sekitar ada delapan orang, orang Sunda,” jelas Eka.

Dia menyebut hanya berperan membersihkan kamar dan mengatur waktu kamar yang di sewa di kafe itu. Penghasilannya sekitar Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu per malam.

“Saya bersihinkamar sama nyatet waktu saja. Nyatet waktu untuk kan kalau misalnya anak-anak ngamaritu kan waktunya setengah jam. Jadi biar nggak kelebihan atau nggak kecepatan, saya nyatet saja,” papar Eka.

Dia tidak mengetahui pasti bagaimana cara perekrutan wanita-wanita yang bekerja di kafe itu. Dia hanya mengetahui sejauh ini total 19 wanita bekerja sebagai PSK di sana.

“(PSK di Cafe Khayangan) ya itu, 19 itu,” kata Eka.

Seperti diberitakan, polisi menangkap tujuh pelaku yang terdiri atas mami hingga pencari anak-anak di bawah umur untuk dipekerjakan melayani laki-laki hidung belang di Cafe Khayangan, Jakarta Utara. Sebanyak 10 anak-anak di bawah umur menjadi korban para pelaku.

Polisi menyebut omzet kafe itu dalam satu bulan mencapai Rp 2 miliar. Hal itu didapat karena satu PSK diwajibkan melayani 10 orang laki-laki dalam sehari.(Dtc/Red)