Ketua Umum HMI Cabang Langsa Boidatul khoi : Minta Kementerian BUMN Copot Ury Mulyari Dirut PTPN I Langsa

oleh -79.489 views
Boidatul Khoi, Ketua Umum HMI Cabang Langsa

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Ketua Umum Himpinan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Langsa, Boidatul Khoi, meminta kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) segera copot Direksi, dan dua jajaran PTPN I Langsa, karena mengakui PTPN Rugi dan dirinya mengatakan sebagai budak Bank.

Pernyataan Ury Mulyari yang saat ini masih menjabat sebagai Direksi di PTPN I Langsa sangat mengejutkan berbagai pihak, termasuk kalangan HMI, LSM, masyakat Aceh dan kalangan Karyawan, termasuk Pensiunan PTPN I itu sendiri angkat bicara.

Kalau Ury dan jajaran Direksi lainnya tidak mampu bekerja segera mundur dan pihak Kementerian BUMN segera ganti jajaran Direksi PTPN I Langsa, ujar Boidatul Khoi, kepada Wartawan Minggu (8/12/2019).

Tidak ada alasan pihak Kementerian tidak copot Ury karena sudah 3 tahun lebih memimpin PTPN I juga yang mengetakan rugi dia sendiri, ini sangat aneh ujar Boy tokoh muda di Aceh.

Kalau yang bersangkutan sudah mengatakan rugi pihak pemerintah yaitu Kementerian BUMN sudah sewajarnya copot jajaran Direksi PTPN I Langsa, ganti dengan orang yang mampu bekerja, masih banyak tokoh tokoh muda di Aceh yang mampu bekerja dengan baik, ujar Boy.

Lebih lanjut Boy menyebutkan berarti selama 3 tahun lebih kurang Ury Mulyari memimpin PTPN I Langsa rugi sangat aneh sekali, masa Aceh komflik PTPN I Langsa berjalan dengan baik gaji karyawan juga tidak ada masalah semuanya berjalan lancar, sebut Boy.

Lebih lanjut Boy menyebutkan terkait keluhan Dirut PTPN I Aceh Langsa bahwa sampai Oktober Tahun 2019 kondisi keuangan mengalami kerugian sampai Rp. 80 Milyar ini

Pernyataan Dirut di media online. (06/12/2019)
Padahal PTPN I sedang proses holding dengan PTPN III dan proses ini tidak mungkin membuat PTPN I dengan alasan merugi.

Kemudian, saat ini harga CPO meningkat tajam, dan proses operasionalpun telah di lakukan penghematan.

Menurut Boy PTPN I tidak ada alasan rugi untuk sebuah perusahaan besar milik BUMN plat merah, ujar nya lagi.

Boy tokoh muda ini, mencontohkan masyarakat yang memiliki lahan sawit hanya 2 H saja, bisa sejahtera menghidupi keluarganya, apalalagi perusahaan plat merah yang selama ini subsidi pemerintah di Negeri ini.

“Kenapa perusahaan besar sekelas PTPN 1 milik BUMN serta di kelola oleh tenaga profesinal bisa merugi, jangan-jangan ini sebuah permainan Direktur, tanya Boy lagi.

Kalau sejak tiga tahun terakhir, PTPN I terus mencatat kerugian sejak tahun 2016 lalu, PTPN I rugi sebesar Rp 90,7 miliar, di tahun 2017 rugi sebesar Rp 95,1 miliar, dan di 2018 lalu juga merugi sebesar Rp 123,7 miliar, maka sebaiknya jajaran Direksi PTPN I Langsa harus secepatnya diganti.

Tahun 2019 pun rugi, berarti Direktur serta jajarannya tidak bisa bekerja secara baik dalam membangun BUMN sebagai penghasil keuangan Negara.

Boy meminta dengan tegas, kepada Menteri BUMN untuk segera copot Jajaran Direksi PTPN I Langsa Aceh.

Masa komplik Aceh PTPN I tidak ada direksi mengatakan rugi kenapa sekaran bisa rugi perushaaan plat merah ini, aneh rasanya.

Pengumuman yang disampaikan oleh dirut PTPN I sangat mengejutkan masyarakat Aceh. Kita dengan tegas meminta kepada pihak kementerian BUMN agar segera copot jajaran Direksi PTPN I Langsa, dan tidak butuh waktu lama pihak Kementerian untuk copot pejabat ini, tutup Boy. (ai)