104819 KALI DIBACA

Lms Lp2im “Kegiatan Festival Lauser Agara Diduga Tak Berkualitas ” Hanya Menghamburkan Uang Saja

Lms Lp2im “Kegiatan Festival Lauser Agara Diduga Tak Berkualitas  ” Hanya Menghamburkan Uang Saja
example banner

Kutacane I Realitas – Lms Lp2im “Kegiatan Festival Lauser Agara Diduga Tak Berkualitas ” Hanya Menghamburkan Uang Saja, Kegiatan Festival Lauser Agara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui Dinas Pariwisata belum lama ini, menghabiskan anggaran kurang lebih 500 juta yang bersumber APBK tahun 2019, namun kali ini mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan masyarakat, salah satunya lembaga swadaya masyarakat LP2im.

Ketua lembaga pengembangan potensial intelektual muda Aceh Tenggara (LP2im). M.Sopian Desky SH kepada media Minggu (17/11/2019) mengatakan, penggunaan anggaran Festival Lauser Agara dengan ditengah minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan pemborosan yang luar biasa. “Bagaimana generasi Agara bisa produktif,  kalau kebutuhan dasar saja masih memprihatinkan.

Ia mencontohkan, beberapa tempat wisata di Agara yang belum dibenahi oleh pihak dinas, seperti wisata air panas uning se gugur, wisata ketambe dan masih banyak lagi, nah kalau semua itu sudah dikelola secara merata, ya silahkan bikin event apapun.

Dan yang paling penting festifal itu harus punya dampak “profit oriented” yang berkesinambungan dan jangka panjang khususnya festival tersebut.

“Mengapa saya mengkritisi ini karena ada beberapa festival sebelumnya yang cuma eforia sesat lalu lenyap begitu saja. Itu yang menjadi acuan saya. Festival Lauser memang perlu dihidupkan di era globalisasi dan teknologi informasi, Ada event yang berorientasi jangka pendek dan jangka panjang. Idealnya menjadikan sebuah event seperti ini sebagai program jangka panjang dan terus dibina, jangan sesaat saja katanya,

“Kita seolah-olah hebat di permukaan melalui media dengan berbagai event yang bombastis namun berbanding terbalik dengan kehidupan masyarakat secara umum, dijelaskannya Festival Lauser Agara 2019 di Dinas Pariwisata berorientasi mencari keuntungan ketimbang memperkenalkan lokalitas budaya Agara.

Apalagi pesertanya anak sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA. Saya anggap ini kegagalan panitia dalam mengkonsepkan sebuah kegiatan yang diduga tak berkualitas, sehingga menghamburkan uang saja tutupnya.

Sementara itu PPTK kegiatan Festival Lauser Agara Indra saat dikonfirmasi via HP Minggu (17/11/2019) mengatakan, dana Festival Lauser Agara itu hanya Rp 500 juta, meski demikian, kami laksanakan kegiatan itu selama lima hari dan semua pesertanya pelajar singkatnya.

Ditempat terpisah kepala Dinas Pariwisata Julkifli saat dikonfirmasi media Via hp, belum bisa memberikan keterangan. (Sumardi/Yudi)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS