6419 KALI DIBACA

Penerbangan di Aceh Terganggu Akibat Kabut Asap Kiriman dari Riau

Penerbangan di Aceh Terganggu Akibat Kabut Asap Kiriman dari Riau
example banner

Lhokseumawe – Kabut asap kiriman dari Riau menyelimuti sebagian wilayah di Provinsi Aceh. Akibatnya aktivitas penerbangan cukup terganggu karena jarak pandang yang pendek.

Menurut Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Malikussaleh, Aceh Utara, Winda Retha Taranita, jarak pandang mendatar (horizontal) di Aceh saat ini mencapai 4000 meter. Sementara jarak pandang ke atas (vertikal) sekitar 700 meter.

“Akibat kiriman asap ini untuk kegiatan penerbangan cukup mengganggu mengingat jarak pandang horizontal dan vertikal yang cukup pendek,” ujar Winda kepada wartawan, Minggu (8/9/2019).

Winda mengungkapkan, kabut asap di Aceh merupakan kiriman dari Riau. Pantauan BMKG, tidak ada titik panas yang berada di wilayah Aceh.

“Untuk di Aceh sendiri, sampai sekarang belum terpantau titik api,” tuturnya.

Kabut Asap kiriman Pekanbaru ini sudah mulai masuk ke wilayah Aceh pada Minggu (8/9) pagi tadi. Masyarakat diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

“Sejak pagi hari tadi, terpantau kabut asap mulai memasuki wilayah Aceh Utara, Aceh Timur dan sekitarnya. Bagi masyarakat yang berkendara agar berhati-hati seiring potensi menurunnya jarak pandang. Kita anjurkan memakai masker ketika beraktivitas di luar ruangan,” ucapnya.

“Bagi masyarakat juga agar banyak minum air saat beraktivitas di luar rumah untuk menjaga kesehatan,” lanjutnya.

Sementara itu, menurut rilis dari BMKG Pekanbaru, pantauan satelit pada level confidence 50 persen terpantau 341 hotspot. Sebaran hotspot di Sumatera ini, di antaranya, Jambi 116 Titik, Lampung 14, Bangka Belitung 31, Riau 123.

Namun pada level confidence 70 persen, hanya terpantau 87 titik panas di Riau. Sebaran titik panas ini ada di Kabupaten Pelalawan 25, Kepulauan Meranti 27, Rokan Hilir 2, Indragiri Hulu 25.(deco)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS