5619 KALI DIBACA

Janjikan Proyek Ini dan Minta Uang Pelicin 150 Juta, Makelar Proyek Fiktif di Aceh Ditangkap Polisi

Janjikan Proyek Ini dan Minta Uang Pelicin 150 Juta, Makelar Proyek Fiktif di Aceh Ditangkap Polisi
example banner

BANDA ACEH I Realitas  – Seorang warga Bireuen, Aceh berinisial RA (51) ditangkap polisi setelah menipu warga Aceh Tengah dengan modus pemberian proyek penunjukan langsung. Akibatnya, korban ME mengalami kerugian Rp 150 juta.

“Dalam menjalankan aksinya, pelaku menjanjikan proyek kepada korban. Tapi ternyata proyek itu fiktif,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP M Taufiq kepada wartawan, Jumat (6/9/2019).

Kasus penipuan itu berawal saat korban dan pelaku bertemu di sebuah warung kopi di kawasan Kuta Alam, Banda Aceh. Dalam obrolan, pelaku menjanjikan kepada korban untuk mengerjakan proyek di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.

“Dalam menjalankan aksinya, pelaku menjanjikan proyek kepada korban. Tapi ternyata proyek itu fiktif,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP M Taufiq kepada wartawan, Jumat (6/9/2019).

Kasus penipuan itu berawal saat korban dan pelaku bertemu di sebuah warung kopi di kawasan Kuta Alam, Banda Aceh. Dalam obrolan, pelaku menjanjikan kepada korban untuk mengerjakan proyek di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.

Pelaku lantas meminta uang pelicin sebesar Rp 150 juta dengan alasan untuk membeli paket pada panitia. Korban kemudian menunggu proyek yang dijanjikan.

Setelah menunggu lama, korban tidak kunjung mendapatkan proyek. Merasa tertipu, korban kemudian membuat laporan ke Polresta Banda Aceh dengan nomor laporan LP. B/ 169 / IV /YAN.2.5/2019/SPKT, tanggal 04 April 2019.

Usai mendapat laporan, polisi turun tangan menyelidiki kasus ini termasuk memeriksa sejumlah saksi. Pelaku RA akhirnya dapat ditangkap personel Unit Pidum Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar pada Kamis (5/9) dini hari.

“Pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman kurungan selama empat tahun penjara,” jelas Taufiq. (Acst/Red)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS