6619 KALI DIBACA

Gempa Bumi Susulan Magnitudo 4,2 Guncang Kabupaten Raja Ampat Papua Barat

Gempa Bumi Susulan Magnitudo 4,2 Guncang Kabupaten Raja Ampat Papua Barat
example banner

Raja Ampat I Realitas – Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, diguncang gempa bumi susulan berkekuatan Magnitudo 4,2, Sabtu (7/9/2019), pukul 08.28 WIT. Sebelumnya gempa bumi M5,4 yang kemudian dirilis menjadi M5,1 juga mengguncang wilayah yang beribu kota di Waisai itu, pukul 04.14 WIB.

Informasi dari Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sorong, pusat gempa bumi yang dibangun pada titik koordinasi 0,45 Lintang Selatan (LS) dan 130,64 Bujur Timur (BT). Gempa melampaui ketinggian 21 kilometer (km) dari Arah Barat Raja Ampat dengan ketinggian 10 km.

Sementara episenter gempa bumi M5, 1 sebelumnya terletak pada koordinat 0,15 LS dan 130,62 BT, atau diselesaikan terletak di darat. Gempa melampaui 35 kilometer (km) dari arah Barat Laut Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, dengan kedalaman 10 km. Sebelumnya, pada pukul 00.55 WIT juga terjadi gempa bumi berkekuatan M3,3 di Kabupaten Raja Ampat.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono sebelumnya mengatakan, dengan mengunjungi lokasi episenter dan naik hiposenternya, gempa bumi yang ditonton oleh jenis dangkal .

“Hasil analisis sumber gempa tentang gempa bumi memiliki penyimpangan normal (normal fault),” kata Rahmat Triyono dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu (7/9/2019) pagi.

Rahmat juga mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak dipertanyakan oleh masalah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga dapat mengembalikan dari bangunan yang diambil atau rusak diakibatkan gempa.

“Periksa dan buat bangunan tempat tinggal yang cukup tahan gempa, tidak ada kerusakan akibat gempa yang tahan bangunan sebelum kembali ke rumah,” katanya.(IN/Red)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS