27119 KALI DIBACA

ABG Aceh Utara Disetubuhi Pacarnya Di hotel, Polisi Gunakan CCTV Untuk Alat Pembuktian Pidana

ABG Aceh Utara Disetubuhi Pacarnya Di hotel, Polisi Gunakan CCTV Untuk Alat Pembuktian Pidana
example banner

Aceh Utara I Realitas – Polisi Gunakan CCTV Untuk Buktikan ABG Aceh Utara Disetubuhi Pacarnya Di hotel, Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Aceh Utara melengkapi kasus persetubuhan terhadap seorang remaja berinisil NL (16) asal Aceh Utara di sebuah hotel di Medan oleh pacarnya setelah dibujuk rayu.

Pria tersebut berinisial KM (29) pedagang ayam asal Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, yang kemudian ditangkap polisi pada Jumat (27/8/2019) pagi, untuk diketahui, pria dilaporkan ke Polres Aceh Utara pada Jumat (23/9/2019), karena diduga menyetubuhi pacarnya setelah dirayu, di sebuah hotel di kawasan Medan, KM membawa kabur NL ke Medan tanpa diketahui orang tuanya.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian milyardin melalui Kasat Reskrim AKP Adhitya Pratama,.SH,.SIK kepada Wartawan menyebutkan untuk melengkapi berkas kasus tersebut saksi yang sudah diperiksa dalam kasus ini mencapai tujuh orang.

Saksi tersebut, dua teman korban dan tersangka yang ikut bersama ketika menuju ke Medan dengan menggunakan mobil CRV.

Kemudian saksi korban dan juga saksi lainnya.

Selain itu untuk melengkapi berkas kasus tersebut dengan memeriksa petugas hotel di Medan, tempat tersangka melakukan perbuatan tersebut.

“Selain itu kita juga akan meminta rekaman CCTV di hotel tersebut untuk dijadikan barang bukti dalam kasus tersebut, selain itu juga meminta hasil visum di Rumah Sakit,” ujar Kasat Reskrim.

Dalam kasus tersebut kata AKP Adhitya Pratama tersangka akan diproses dengan KUHPidana bukan qanun.

“Ancaman dalam kasus ini terhadap tersangka 15 tahun penjara, karena tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak,” katanya.

Selain itu juga akan dijunctokan dengan KUHPidana.

Untuk diketahui, pria KM tersebut dilaporkan ke Polres Aceh Utara pada Jumat (23/9/2019), karena diduga menyetubuhi pacarnya setelah dirayu, di sebuah hotel di kawasan Medan.

Lalu pria tersebut ditangkap polisi pada Selasa (27/8/2019) pagi, Mereka pergi ke Medan pada Rabu (21/8/2019) malam.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian milyardin melalui Kasat Reskrim AKP Adhitya Pratama SH SIK kepada Wartawan, Rabu (4/9/2019), menyebutkan penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus tersebut.

“Ternyata setelah menjemput NL di rumahnya, kemudian ada seorang laki dan perempuan yang menumpang yang juga ikut bersama tersangka dan korban ke Medan,” ujar Kasat Reskrim.

Kemudian keduanya juga memilih menginap di hotel yang sama dengan tersangka dan korban.

Namun, setelah istirahat di hotel, kedua saksi tersebut langsung pergi berbelanja untuk kebutuhan jualannya.

Dua saksi tersebut pedagang asal Pantonlabu.

“Mereka mengaku tidak mengetahui terjadi persoalan tersebut di Medan,” ujar Kasat Reskrim.

Namun, ketika ketika dua saksi itu pulang lagi dari Medan ke Pantonlabu dengan menumpangi bus, korban juga ikut pulang, sehingga tinggal tersangka sendiri di hotel tersebut.

“Dua saksi yang menumpangi mobil korban sudah kita mintai keterangan dalam kasus tersebut.

Pelaku ditangkap Pria berinisial KM (29) asal Kecamatan tanah Jambo Aye, Aceh Utara yang melakukan perbuatan persetubuhan terhadap pacaranya, NL (16) asal Aceh Utara berhasil ditangkap polisi pada Jumat (27/8/2019) pagi.

Pria itu ditangkap saat sedang di pasar Pantonlabu Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara ketika bekerja menjual ayam.

Untuk diketahui, pria dilaporkan ke Polres Aceh Utara pada Jumat (23/9/2019), karena diduga menyetubuhi pacaranya setelah dirayu, di sebuah hotel di kawasan Medan.

“Berdasarkan bukti permulaan yang cukup pada 27 Agustus 2019 sekira pukul 07.00 Wib personel unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang dipimpin KBO Satuan Reskrim Aiptu Dapot Situmorang mulai mengintai keberadaan korban,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim AKP Adhitya Pratama,.SH,.SIK kepada Wartawan, Rabu (28/8/2019).

Lalu, sekira pukul sekira pukul 10.00 Wib, kata Kasat Reskrim, diketahui terlapor berada di Pasar Kota Pantonlabu, kemudian petugas langsung menangkapnya.

Petugas juga menyita Mobil CRV warna hitam di rumah terlapor yang disaksikan perangkat desa setempat.

“Selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan ke Polres Aceh Utara untuk pemeriksaan dan penyelidikan serta penyidikan lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim.

Penyidik sudah menetapkan terlapor sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Saat ini polisi juga sudah memeriksa korban sebagai saksi dan menunggu hasil visum dari Rumah Sakit yang ada di Lhokseumawe.

“Tersangka sudah mengakui perbuatannya melakukan hal itu terhadap korban,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Reskrim Polres Aceh Utara saat ini sedang menyelidiki kasus ruda paksa atau persetubuhan, terhadap seorang remaja yang berstatus masih pelajar di Aceh Utara oleh pacarnya.

Untuk diketahui, pria berinisial KM (29), asal Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara dilaporkan ke Polres Aceh Utara pada Jumat (23/9/2019).

Ia diduga menyetubuhi pacaranya, sebut saja Nilam (16) pelajar asal Aceh Utara, di sebuah hotel di kawasan Medan beberapa hari lalu.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim, AKP Adhitya Pratama,.SH,.SIK kepada Wartawan, Rabu (28/8/2019) membeberkan, pada Rabu (21/8/2019) sekira Pukul 16.00 WIB, terlapor menghubungi korban untuk membujuknya, agar mau pergi jalan-jalan ke Medan dengan terlapor.

Namun, korban langsung menolaknya.

Tak menyerah, terlapor kembali menghubungi pacarnya yaitu korban, sekira Pukul 22.00 WIB, Pria KM kembali mengajak, agar remaja tersebut ikut jalan-jalan ke Medan.

“Pada ajakan kedua ini nada ajaknya pemaksaan, sehingga korban mengiyakan ajakan tersebut,” ujar Kasat Reskrim.

Tapi kata Kasat Reskrim, korban sempat meminta syarat kepada pacarnya.

Syarat tersebut adalah tidak melakukan apapun dengan korban.

Setelah disepakati, sekira pukul 23.00 WIB, terlapor menjemput korban di depan rumahnya, kemudian keduanya berangkat ke Medan dengan menggunakan Mobil CRV milik terlapor.

Lalu pada Kamis (22/8/2019) sekira Pukul 07.00 WIB, terlapor dan korban tiba di Medan dan menginap di sebuah hotel.

“Sesampai di hotel tersebut, pria itu langsung memaksa korban untuk melakukan perbuatan persetubuhan, tapi korban menolaknya,” ujar kata Kasat Reskrim.

Namun pria itu tetap memaksa, sehingga terjadi perbuatan persetubuhan tersebut.

Kejadian tersebut baru diketahui orang tua korban pada Jumat (23/8/2019), setelah korban menceritakan kejadian tersebut.

“Korban pulang sendiri dari Medan ke rumahnya di salah satu kecamatan di Aceh Utara dengan menumpangi bus,” pungkas Kasat Reskrim.(Trb/Yudi)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS