10419 KALI DIBACA

4 Pelaku Penikaman Mahasiswa di Bandar Lampung Ditangkap, Motifnya Sakit Hati

4 Pelaku Penikaman Mahasiswa di Bandar Lampung Ditangkap, Motifnya Sakit Hati
example banner

BANDAR LAMPUNG I Realitas  – Polresta Bandar Lampung menangkap empat pelaku penikaman seorang mahasiswa, Seva Alfianto (20). Keempat pelaku juga berstatus mahasiswa perguruan tinggi di Bandar Lampung. Penganiayaan yang didalangi rekan sekampus korban bermotif sakit hati dan dendam.

Keempat pelaku yang diamankan, yakni Niko Arnando (19), dalang dari aksi penusukan tersebut. Sementara ketiga rekannya bernama Indrawan Pratama (21); Novriansyah (19); dan Hari Sanjaya (19).

Keempat pelaku menikam korban Seva Alfianto, warga Wayjepara, Kabupaten Lampung Timur, saat hendak pulang ke asrama, tepatnya di Jalan Bypass Soekarno Hatta pada Minggu (8/9/2019) malam. Akibat tusukan pisau itu, korban luka di bagian pinggang hingga harus mendapat penanganan medis.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rosef Efendi mengatakan, Tim Antibandit Polresta Bandar Lampung meringkus keempat pelaku kurang dari 24 jam pascakejadian pada Minggu (8/9/2019). Keempat pelaku ditangkap dari lokasi persembunyiannya di kediaman salah satu kerabat pelaku, di kawasan Kemiling, Bandar Lampung.

“Keempat pelaku diamankan di rumah salah satu kerabat pelaku di kawasan Kemiling Bandar Lampung. Para pelaku berencana melarikan diri ke wilayah Waykanan, pascapenganiayaan tersebut,” kata Kompol Rosef Efendi, Selasa (10/9/2019).

Dari pemeriksaan, kasus penganiayaan itu berawal dari permasalahan antara Niko dan korban. Niko yang sakit hati dan dendam kemudian berencana menganiaya korban. “Niko lalu mengajak tiga temannya menemui korban. Para pelaku lalu menemui korban dan yang menusuk itu Niko,” kata Rosef.

Selain berhasil meringkus keempat pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan pelaku untuk menusuk korban. Sementara ponsel korban sudah dijual para pelaku untuk biaya melarikan diri.

“Atas perbuatannyat, para pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan serta terancam hukuman selama 7 tahun kurungan penjara,” katanya.

Sementara salah satu pelaku, Niko Arnando yang diperiksa polisi mengaku nekat menusuk korban dengan sebilah pisau lantaran tidak terima dengan ucapan korban. Korban dianggap meremehkan pelaku saat acara malam keakraban kampus beberapa waktu lalu. Kejadian itu membuat pelaku mendendam kepada korban dan kemudian mengajak teman-temannya menganiaya korban.

“Kami lagi bercanda soal perempuan, korban datang markirkan motor dan tiba-tiba nanya kenapa, trus dijawab teman saya kenapa, dia jawab dan nyolot apa. Dia ngomong, ya udah kalau mau cari masalah jangan di sini, dari situ awalnya,” kata Niko Arnando.(IN/Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS