8819 KALI DIBACA

Stop Penggunaan Plastik, Ujar Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti

Stop Penggunaan Plastik, Ujar Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti
example banner

Medan, I Realitas – Ada-ada saja tingkah spontan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Seperti sudah diketahui, kedua srikandi Kabinet Kerja itu memiliki kekompakan baik di dalam maupun di luar Istana. Kali ini kekompakan itu muncul saat keduanya menjadi pembicara dalam acara Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital Satu Indonesia di Istora Senayan, Jakarta. Peristiwa itu dimulai ketika beberapa orang menyuguhkan air mineral botolplastik saat Sri Mulyani sedang sedang berbicara soal anggaran negara.

“Ini botol plastik aku kurang suka,” ujarnya disambut gemuruh anak-anak muda yang memenuhi Istora Senayan, Jakarta, Minggu, (18/8/2019). Belum reda gemuruh itu, Menteri Susi tiba-tiba saja mengambil mikrofon dari atas meja bulat yang di keliling oleh para pembicara. Menteri nyentrik asal Pangandaran, Jawa Barat itu lantas berteriak dengan suara yang serak dan cenderung “ngebas” itu. “Kurangi pemakaiaan bahan plastik sekali pakai,” kata Susi yang membuat seisi Istora Senayan lebih bergemuruh.“Sampah di laut ke dua terbesar di dunia.

Bulan lalu saya demo di Istana, sekarang saya demo anak muda,” sambungnya. Kekompakan kedua menteri itu membuat banyak orang tertawa dan membuat panitia bergerak sigap untuk menarik kembali air mineral botol plastik yang sudah terlanjur disuguhkan. Beberapa saat kemudian air mineral untuk para pembicara diganti dengan disuguhkan menggunakan gelas kaca. Sri Mulyani dan Menteri Susi memang punya perhatian yang lebih kepada penggunaan bahan plastik sekali pakai.

Sri Mulyani sendiri sudah menggemakan gerakan diet plastik di Kementerian Keuangan. Bahkan ia sempat meminta jajarannya melakukan razia kantong plastik untuk semua kegiatan yang digelar di kantornya. Sementara itu Susi memiliki gerakan bersih-bersih sampah plastik di pantai dan laut. Hari ini rencananya, gerakkan itu akan kembali digalakkan pada 74 titik di Indonesia. “Stop pemakaian plastik sekali pakai,” ucap Susi. Susi melakukan penolakan penggunaan plastik sekali pakai di kawasan car free day ( CFD) Jl Sudirman – Thamrin, Jakarta Minggu, (21/7/2019) pukul 07.00 WIB.

Pada pawai tersebut, Menteri Susi menyerukan agar masyarakat berhenti menggunakan plastik sekali pakai seperti sedotan plastik, gelas, piring, peralatan makan, dan pembungkus plastik.Pada pawai tersebut, Menteri Susi didampingi oleh kedua anaknya, Alvy Xavier dan Nadine Kaiser. “Ayo kita tolak plastik sekali pakai! Kita harus perangi plastik sekali pakai karena akan jadi sampah!” ujar dia menggunakan alat pengeras suara. “Tolak tas plastik sekali pakai!” ujar rombongan yang berjalan bersama dia.

Sembari berjalan, Menteri Susi pun mengajak masyarakat yang serang mengikuti CFD untuk berpawai bersama dengannya. Adapun sejumlah organisasi lingkungan hidup yang menggelar Pawai Bebas Plastik di antaranta adalah Pandu Laut Nusantara, Econusa, Walhi, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, serta Greenpeace Indonesia. Setidaknya, terdapat 49 lembaga dan organisasi yang terlibat dalam pawai ini. Seperti diketahui, Menteri Susi kerap menyuarakan penolakan terhadap penggunaan plastik sekali pakai berkaitan dengan rusaknya ekosistem laut akibat sampah yang diciptakan dari penggunaan plastik tersebut.

Terakhir, Menteri Susi memaparkan bahwa Indonesia merupakan negara terbesar kedua setelah China dalam hal penyumbang sampah laut di dunia. Hal ini terlihat dari banyaknya ditemukan sampah- sampah plastik di laut atau perairan Indonesia. Bahkan, tidak sedikit populasi ikan punah akibatnya. “Kalau tidak bisa diubah, tidak menutup kemungkinan 2030 laut Indonesia akan lebih banyak sampah plastik daripada ikannya,” kata Susi. Susi mengatakan, jika penduduk Jakarta tidak mengurangi pemakaian plastik, maka setiap harinya bakal ada 500 monster yang berisi 500 kg sampah plastik.

“Di sebelah kita ada monster plastik yang diambil dari Pantai di Bali, dikumpulkan kurang dari setengah hari dapat setengah ton lebih,” ujar Susi. “Bayangkan kalau di Jakarta dengan penduduk lebih banyak, setelah kita hitung 500 kg sampah plastik, di Jakarta akan ada 500 monster plastik setiap hari dengan jumlah penduduk yang ada,” ujar dia. Dia pun mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang telah lebih dahulu melarang penggunaan pemakaian plastik. Hingga saat ini, pemerintah daerah yang telah melarang penggunaan sampah plastik adalah Pemerintah Daerah Bali dan Banjarmasin.

Susi pun mengatakan, dengan wilayah Indonesia yang sebanyak 70 persennya merupakan laut, jika penggunaan plastik tak kunjung dikontrol, sampah plastik yang dibuang 70 persen berakhir di laut.“Kita perlu ikan, kita perlu laut yang indah, kita butuh ikan untuk makan, untuk industri perikanan, kita perlu makan supaya jadi pintar, sehat,” ujar Susi. (Trb/Red/Ema)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS