17019 KALI DIBACA

Putra Mbah Moen Bertemu Rizieq Syihab Di Makkah

Putra Mbah Moen Bertemu Rizieq Syihab Di Makkah
example banner

Makkah I Realitas – Putra KH Maimoen Zubair, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin dan Majid Kamil atau Gus Kamil, silaturahmi ke rumah imam besar FPI Rizieq Syihab di Makkah, Arab Saudi. Sebelumnya, Rizieq muncul di pemakaman Mbah Moen di pemakaman Ma’la dan membacakan doa untuk jenazah Mbah Moen.

 

Pertemuan putra-putra Mbah Moen ke rumah Rizieq diabadikan melalui foto yang tersebar di media sosial. Dalam foto yang diunggah pada Jumat (9/8/2019) tersebut terlihat Gus Yasin berbincang dengan Rizieq. Pada foto lainnya terlihat rombongan putra Mbah Moen berfoto bersama Rizieq.

 

Gus Yasin mengatakan, kunjungannya ke rumah Rizieq sesuai dengan pesan Mbah Moen, yaitu menjaga silaturahmi. Selain itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah itu juga menyampaikan terima kasih karena telah mendoakan Mbah Moen di pemakaman Ma’la.

“Ini adalah bagian dari merajut ukhuwah, silaturahim biasa, sudah mendoakan, kami berterima kasih,” kata Gus Yasin yang ditemui tim Media Center Haji di Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah.

 

Rizieq datang ke pemakaman Mbah Moen di Ma’la pada Selasa (6/8) dan memimpin doa yang diaminkan oleh ratusan peziarah.

Gus Yasin menegaskan, kunjungannya ke rumah Rizieq tidak ada unsur politis. Pembicaraannya, kata Gus Yasin, hanya berkisar tentang pemakaman Mbah Moen dan kewaliannya. “Itu saja yang dibicarakan, enggak ada lagi,” kata Gus Yasin.

 

Dalam pernyataan sebelumnya usai acara Silaturahmi NU Sedunia di Makkah, Gus Yasin mengatakan, bahwa semua orang di dunia bebas mendoakan Mbah Moen. Di beberapa negara, kata dia, orang-orang yang pernah berhubungan dengan Mbah Moen bahkan menggelar salat gaib dan istighosah.

“Semua warga bukan hanya Indonesia tapi dunia ingin mendoakan beliau, tidak usah diperpanjang. Memang ini kehilangan kita semua, sang pemersatu umat,” kata Gus Yasin.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga mengutarakan hal yang sama dalam pidatonya di acara Silaturahmi NU Sedunia. Lukman mengatakan, Mbah Moen adalah milik semua orang, tidak bisa hanya milik NU saja sehingga doa bisa disampaikan oleh siapa saja.

 

“Orang-orang dari berbagai kalangan merasa kehilangan sehingga doa terpanjat dari mana saja: kiai, jemaah, habib, sampai pendeta. Itu menunjukkan bahwa almarhum almaghfurlah adalah milik semua orang, milik bangsa, tidak bisa lagi sekadar diekslusifkan milik kelompok tertentu saja, milik NU saja, lalu orang lain tidak boleh mendoakan,” kata Lukman.

“Semoga semakin banyak orang NU yang mampu meneladani Mbah Moen, dan kita termasuk di dalamnya,” lanjut Lukman.

(Kmp/Red/Irfan)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS