18619 KALI DIBACA

Menteri Dalam negeri Memastikan Persiapan Pemindahan Ibu Kota Dilakukan Secara Matang

Menteri Dalam negeri Memastikan Persiapan Pemindahan Ibu Kota Dilakukan Secara Matang
example banner

JAKARTA, I Realitas – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memastikan persiapan pemerintah mengumumkan secara resmi lokasi pemindahan ibu kota telah dilakukan secara matang. Bahkan, kata dia, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah melakukan persiapan dan kajian-kajian berlapis serta bertahap sebagaimana perintah Presiden Joko Widodo.

Politikus PDIP ini menegaskan akan mendukung penuh rencana Kepala Negara dalam memindahkan ibu kota ke Pulau Kalimantan.

“Saya sebagai Mendagri, sebagai pembantu Presiden, saya ikut saja apa nanti yang diperintahkan oleh Presiden. Karena perencanaannya semua sudah digodok berlapis-lapis, bertahap-tahap, oleh pihak Bappenas,” kata Tjahjo saat berada di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (26/8/2019).

Sebelumnya diketahui Presiden Jokowi dijadwalkan mengumumkan secara resmi pemindahan ibu kota negara pada Senin siang ini. Pengumuman akan dilakukan di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Informasi pengumuman lokasi resmi ibu kota baru itu diketahui melalui akun resmi Youtube Sekretariat Presiden.

Dalam unggahan video berdurasi 59 detik tersebut diinformasikan Jokowi bakal mengumumkan lokasi pemindahan ibu kota pada hari ini.

“Upcoming Live. Presiden Jokowi Mengumumkan Ibu Kota Baru,” demikian judul pada akun resmi itu.

Sementara Ketua MPR Zulkifli Hasan meminta pemerintah menunda rencana pengumuman lokasi resmi ibu kota baru Republik Indonesia. Ia menilai pemerintah seharusnya saat ini fokus menyelesaikan persoalan di Papua.

“Kita menghadapi teman-teman di Papua. Coba lihat video-video itu, perlu penanganan serius,” kata Zulhas sapaan akrabnya.

Ketua umum PAN ini menerangkan bahwa penyelesaian masalah Papua tidak hanya dibebankan kepada Presiden Joko Widodo. Menurut dia, seluruh pejabat harus ikut membantu menyelesaikan konflik tersebut.

“Tidak hanya Bapak Presiden lho ya, seluruhnya, ya bupatinya, DPR-nya, gubernurnya, ya aparat penegak hukumnya. Jangan lupa, sekarang ada PBB, Melanesia. Jadi itu penting sekali penanganannya, jadi itu penting sekali,” tutur Zulhas.(Trb/Red/Ema)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS