6819 KALI DIBACA

Mantan Walikota Teheran Dibebaskan Dari Hukuman Mati

Mantan Walikota Teheran Dibebaskan Dari Hukuman Mati
example banner

Teheran, I Realitas – Seorang mantan Wali Kota Teheran di Iran yang membunuh istrinya, kini dibebaskan setelah membayar jaminan. Pembebasan ini terjadi setelah keluarga istrinya mengampuninya dan dia lolos dari hukuman mati.

Seperti dilansir AFP, Kamis (29/8/2019), pria bernama Mohammad Ali Najafi (67) ini dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan setempat, bulan lalu. Saat itu Najafi dinyatakan bersalah telah menembak mati istri keduanya yang bernama Mitra Ostad di rumah mereka di Teheran pada 28 Mei lalu. 

Keluarga korban awalnya mengajukan agar ‘qisas’ diberlakukan, yang membuat hukuman mati bisa dijatuhkan. Namun kemudian pada 14 Agustus lalu, keluarga korban memutuskan untuk mengabulkan penangguhan hukuman terhadap Najafi.

“Najafi, yang dipenjara karena membunuh istrinya, dibebaskan dengan jaminan,” sebut pengacara Najafi, Hamid Reza Gudarzi, seperti dikutip kantor berita IRNA

Jaminan yang dibayarkan pihak Najafi dilaporkan mencapai US$ 92.400 atau setara Rp 1,2 miliar. Disebutkan Gudarzi bahwa kliennya diperbolehkan membayar jaminan karena vonis qisas belum diberlakukan. 

Salah satu saudara laki-laki korban menyatakan bahwa pihak keluarga tidak menginginkan ‘uang darah’ — semacam ganti rugi — dari Najafi.

“Perintah untuk penahanan sementara diubah menjadi penahanan dengan jaminan dan dia bebas dari penjara,” imbuh Gudarzi.

Meski demikian, Najafi masih harus menghadapi sidang kasus pembunuhan berencana yang memiliki ancaman hukuman 3-10 tahun penjara.

Kasus Najafi ini mendapat sorotan besar-besaran dari media massa setempat. Najafi yang dikenal sebagai ahli matematika, seorang profesor dan politikus veteran di Iran ini, sebelumnya menjabat sebagai penasihat ekonomi untuk Presiden Hassan Rouhani dan mantan Menteri Pendidikan.

Dia terpilih menjabat Wali Kota Teheran pada Agustus 2017 lalu, namun mengundurkan diri pada April setelah mendapat kritikan dari kalangan konservatif. Najafi menikahi Ostad, korban, tanpa menceraikan istri pertamanya. (Dtc/Red/Ema)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS