14619 KALI DIBACA

Krisis Air Bersih Melanda Dsn Alurselamat, Kampung Tanjunggenteng, Kec Kejuruanmuda, Aceh Tamiang

Krisis Air Bersih Melanda Dsn Alurselamat, Kampung Tanjunggenteng, Kec Kejuruanmuda, Aceh Tamiang
example banner

KUALA SIMPANG, I Realitas  Krisis air bersih melanda Dusun Alurselamat, Kampung Tanjunggenteng, Kecamatan Kejuruanmuda, Aceh Tamiang. Warga mengaitkan, buruknya kualitas air ini berkaitan langsung dengan kehadiran perkebunan sawit yang mengelilingi perkampungan mereka. Buruknya kualitas air bukan hanya tidak bisa dikonsumsi, tapi juga tidak layak digunakan mencuci dan mandi. “Airnya seperti kubangan lumpur,” kata Ibrahim, warga Dusun Alurselamat kepada Serambinews.com, Kamis, (1/8/2019).

Dia memastikan krisis air bersih ini sudah berlangsung sejak lama. Periode Januari-April 2019 disebutnya sebagai fase terburuk, karena memasuki musim kemarau. “BPBD dan Distamben sudah pernah kemari mencoba membangun sumur bor. Tapi gagal, karena tidak ada air yang ke luar,” katanya. Lebih memprihatinkan lagi, kata Ibrahim, kondisi di dusunnya ini memaksa sebagian warga harus berbagi air dengan hewan. “Babi hutan pun masuk ke permukiman untuk meminum air di alur yang menjadi satu-satunya harapan warga untuk mendapatkan air bersih,”ungkapnya.

Saat ini, hanya alur mata air itu yang bisa digunakan warga untuk kebutuhan mencuci dan mandi. Warga berharap pemerintah mencurahkan perhatian lebih ke dusun mereka agar krisis air bersih yang sudah berlangsung lama ini bisa teratasi. Terkait persoalan ini, Camat Kejuruanmuda, Devi Ariyanti mengaku sudah melaporkan persoalan ini ke BPBD. Dia menjelaskan, sebelumnya upaya membuat sumur bor sudah pernah dilakukan. “Namun sejauh ini belum ditemukan sumber air,” kata Devi, Rabu, (31/7/2019) malam.

Menurutnya, kondisi geografis Dusun Alurselamat memang kurang strategis. Terlebih jalan yang sempit ke permukiman, sehingga mernyulitkan mobilisasi. “Pernah terjadi kebakaran di sana. Karena jalannya sempit, jadinya susah untuk dilintasi,” ujarnya. Sebelumnya dilaporkan, sebanyak 2.831 kepala keluarga (KK) di empat desa di Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang, kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini akibat di wilayah tersebut tidak ada sumber mata air dan juga mulai jarang diguyur hujan.

Selain itu, warga juga meyakini bahwa banyaknya perkebunan sawit di wilayah itu juga menjadi penyebab, karena tanaman sawit sangat rakus air. Kini, lahan persawahan dan perkebunan warga kering kerontang sehingga terancam gagal panen. Warga sudah berusaha membangun sumur bor tapi tak ada hasil. Warga juga membuat sumur kecil di lahan perkebunan karet dan sawit untuk menampung air hujan. Pemkab Aceh Tamiang juga sudah memasang jaringan pipa PDAM ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih. Namun hingga kini belum dioperasikan. Desa yang mengalami krisis air bersih di Aceh Tamiang antara lain:

  1. Desa Wono Sari total jumlah sebanyak 532 KK

– Dusun Rejo Sari sebanyak 120 KK

– Dusun Rejo Dadi sebanyak 110 KK

– Dusun Rejo Mulyo sebanyak 302 KK

  1. Desa Harum Sari total jumlah sebanyak 577 KK

– Dusun Mawar sebanyak 295 KK

– Dusun Cempaka sebanyak 282 KK

  1. Desa Bandar Setia total jumlah sebanyak 315 KK

4. Desa Perkebunan Pulau Tiga total jumlah sebanyak 957 KK. (Tribun/Red/Ema)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS