15219 KALI DIBACA

KPK tangkap anggota DPR, Terkait Suap

KPK tangkap anggota DPR, Terkait Suap
example banner

Jakarta I Realitas – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis turut mengamankan anggota Komisi VI DPR RI terkait suap impor bawang putih.

“Anggota Komisi VI DPR RI telah berada di KPK dan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut, dibawa tim dari Bandara Soekarno Hatta,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, KPK menduga operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Rabu (7/8) malam terkait suap untuk anggota DPR RI.

“Uang diduga rencananya diberikan untuk seorang anggota DPR RI dari komisi yang bertugas di bidang perdagangan, perindustrian, investasi, dan lain-lain,” kata Febri.
KPK juga telah mengamankan bukti transfer sekitar Rp2 miliar dan uang dalam bentuk dolar AS terkait OTT di Jakarta tersebut.

KPK sebelumnya menerima informasi akan terjadi transaksi rencana impor bawang putih ke Indonesia.
Sebelumnya dalam kegiatan tangkap itu, KPK total menangkap 11 orang terdiri dari unsur swasta, pengusaha importir, sopir, orang kepercayaan anggota DPR RI, dan pihak lainnya.ant

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengamankan bukti transfer sekitar Rp2 miliar dan uang dalam bentuk dolar AS terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Rabu (7/8) malam.
Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis menyatakan bahwa KPK sebelumnya menerima informasi akan terjadi transaksi rencana impor bawang putih ke Indonesia.

“Setelah kami cek di lapangan, diketahui ada dugaan transaksi menggunakan sarana perbankan. Tim KPK mengamankan bukti transfer sekitar Rp2 miliar,” kata Agus.
Dalam kegiatan tangkap itu, KPK total menangkap 11 orang terdiri atas unsur swasta, pengusaha importir, sopir, orang kepercayaan anggota DPR RI dan pihak lainnya.

“Selain itu, dari orang kepercayaan anggota DPR RI ditemukan sejumlah mata uang asing berupa dolar AS yang masih dalam proses perhitungan dan penelusuran,” ungkap Agus.
Saat ini, 11 orang tersebut menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di gedung KPK.
Pengembangan penanganan perkara itu akan diinformasikan kembali oleh KPK melalui konferensi pers.

“KPK diberikan waktu paling lama 24 jam untuk menentukan status perkara ini, apakah ditingkatkan ke penyidikan dan siapa saja yang menjadi tersangka,” kata Agus.(Ant/Red)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS