Keluarga Pemuda Abdya Yang Hancurkan Patung di Malaysia Mengadu ke YARA

oleh -33.489 views

IDUL FITRI

BANDA ACEH I Realitas – Keluarga Hendri (25), pemuda asal Aceh Barat Daya (Abdya) yang menghancurkan sejumlah patung di Malaysia mendatangi Kantor Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) di Banda Aceh, Kamis (22/8/2019).

Mereka ingin meminta bantuan hukum untuk Hendri yang kini sudah ditahan oleh polisi Malaysia.

Mereka yang mendatangi YARA adalah ibu dan abang Hendri, Jusnaida (50) dan Dodi (28), warga Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya.

Kehadiran Jusnaida disambut oleh Ketua YARA, Safaruddin SH.

Kepada Safaruddin, Jusnaida meminta bantuan agar memberi pendampingan hukum untuk anaknya di Malaysia.

BACA JUGA..  Babinsa Selalu Siap Bersinergi Wujudkan Masyarakat Yang Sejahtera

Dia mengaku, tidak tahu harus mengadu kemana lagi untuk meminta bantuan.

Jusnaida berharap, pemerintah Indonesia memberikan bantuan hukum kepada Hendri.

Di Kantor YARA, perempuan itu juga memanjatkan doa agar ada pihak-pihak yang membantunya.

“Ya Allah ya Tuhanku, beunakeh so bantu aneuk lon. Dengon berkat kalimat laillahaillallah, beuteubuka pinto hate pejabat untuk membantu aneuk lon, (Ya Allah Ya Tuhanku, semoga ada yang membantu anak saya. Dengan berkat kalimat lailahaillallah, semoga terbuka hati pejabat untuk membantu anak saya),” pintanya.

BACA JUGA..  Hadi Pranoto Mencari Jalan Damai di Kasus Klaim 'Obat Corona'

Sementara Safaruddin mengatakan, pihaknya tidak bisa secara langsung memberi bantuan hukum kepada Hendri karena Hendri ditahan di Malaysia.

Tapi pihaknya, lanjut Safaruddin, akan membuat surat permohonan pendampingan hukum kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.

“Kita juga buat surat kepada Haji Uma – – Sudirman, anggota DPD RI asal Aceh–untuk meminta melakukan pendampingan hukum terhadap Hendri. Biar Haji Uma menyurati Kementerian Luar Negeri dan KBRI,” katanya.

BACA JUGA..  Janji Jutaan di Balik Pembunuhan Jefri yang Libatkan Oknum TNI

Selain itu, YARA juga akan meminta bantuan Dinas Sosial Aceh untuk mencari jalan keluar agar pihak kepolisian Malaysia bisa mempertemukan keluarga dengan Hendri.

“Saya juga akan meminta bantu Dinas Sosial Aceh dan mencoba menghubungi jaringan yang ada di Malaysia agar bisa dipertemukan dengan Hendri,” ungkap Safaruddin didampingi Humas YARA, Alan. (Tribun/Red)