24219 KALI DIBACA

Tim Gabungan BNN, Polri dan Bea Cukai Ungkap Peredaran Sabu 38 Kilogram

Tim Gabungan BNN, Polri dan Bea Cukai Ungkap Peredaran Sabu 38 Kilogram
example banner

Bulungan I Realitas – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama dengan Polri, serta Bea Cukai mengungkap peredaran sabu seberat 38 kilogram di daerah Jalan Raya Jelaray Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu (20/7/2019) lalu.

Deputi Pemberantasan BNN Republik Indonesia, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, kasus ini bermula dari adanya informasi masyarakat tentang pengiriman narkoba dari wilayah Tawau, Malaysia dengan tujuan Samarinda, Kalimantan Timur melalui jalur laut rute Tawau-Sebatik, Tarakan dan Tanjung Selor.

“Berdasarkan informasi itu, tim gabungan BNN dan Bea Cukai Kaltim dan Kalut melakukan operasi bersama dengan melakukan pengawasan di lintas darat Tarakan, jalur laut dan perbatasan Tanjung Selor,” ujarnya Selasa (23/7/2019).

Dari hasil penyelidikan, diketahui, Sabtu dini hari (20/7/2019) kemarin telah terjadi pengangkutan dan serah terima narkoba dari kapal ke kapal (ship to ship) di tengah laut perbatasan Indonesia-Malaysia. Kapal penerima barang haram itu pun langsung bergeser ke arah Tanjung Selor.

“Sementara itu, petugas BNN yang berada di Tanjung Selor melakukan pemantauan dan mendapatkan informasi barang tersebut sudah dipindahkan ke sebuah mobil berwarna putih,” katanya.

Tim BNN yang turut dibantu Polres Bulungan langsung bergerak untuk melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan mobil tersebut di Jalan Raya Jelaray Tanjung Selor dan menangkap satu tersangka berinisial AF, sedangkan satu tersangka lainnya melarikan diri. Dari tangan AF, petugas menyita barang bukti berupa 38 kilogram sabu.

“Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2), Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2), Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. Dengan pengungkapan kasus sabu seberat 38 kilo ini, setidaknya BNN menyelematkan lebih dari 190 ribu anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

BNN Juga Sita 81,8 Kilo Sabu dan 102 Ribu Butir Ekstasi dalam Ban di Asahan

Sementara itu, BNN juga mengamankan delapan orang tersangka jaringan sindikat narkoba yang terlibat dalam peredaran  narkotika  jenis sabu seberat 81,8 kilogram dan 102.657 butir ekstasi di sejumlah lokasi berbeda di Sumatera Utara sejak tanggal 2 hingga 3 Juli 2019 lalu.

Pengungkapan kasus ini, berawal dari adanya informasi tentang kapal yang berlabuh di perairan Tanjung Balai, Asahan yang diduga kuat membawa narkoba. Kemudian tim BNN melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut dan memonitor pergerakan sebuah mobil berwarna hitam.

“Pada hari Selasa 2 Juli 2019 sekitar pukul 17.15 WIB lalu di perlintasan rel kereta api daerah Simpang Warung Gaplek – Lintas Air Joman, Asahan, Sumatera Utara, tim BNN menghentikan kendaraan tersebut dan mengamankan AR dan APS. Dari para tersangka, petugas menyita sabu yang disembunyikan dalam tiga ban dalam,” kata Arman Depari.

Petugas melakukan pengembangan dan menangkap tersangka F beserta barang bukti sabu dalam sebuah ban dalam di daerah Silaut-Laut, Asahan, Sumut. Pengembangan kasus pun terus dilakukan dengan menangkap para pelaku lainnya yaitu H dan AM di Batubara, Sumatera Utara.

“Pada tanggal 3 Juli 2019, petugas menangkap tersangka lain yakni N dan ZA di daerah Asahan. Tersangka terakhir yang diamankan adalah T yang ditangkap di Jalan Pusaka Pasar 13 Gang Riski, Desa Bandar Klipa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara,” ungkapnya.

Seluruh tersangka pun dikenakan pasal 114 ayat (2), Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2), Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

“Dengan pengungkapan kasus ini, lebih dari 500 ribu anak bangsa diselamatkan dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” tambah jenderal bintang dua ini.(BeritaFakta)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS