21419 KALI DIBACA

Tertidur Saat Pohon Tumbang, Rumah Tertimpa Pohon

Tertidur Saat Pohon Tumbang, Rumah Tertimpa Pohon
example banner

Pidie I Realitas – Dua bocah bernama Muhammad Rafa Aska (3,5) dan Akhdan Fahri (1,5) terhindar dari maut saat pohon besar menimpa rumah di Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie.

Peristiwa tersebut terjadi, Minggu (14/7/2019), saat Muhammad Rafa Aska dan Akhdan Fahri anak pasangan suami isteri (pasutri) Mazzafar M Saleh (27) dan Masyitah (23) tertidur pulas di dalam rumah.

Sementara Mazzafar dan Masyitah orang tua bocah tersebut berada di luar rumah.

“Beruntung pohon besar itu saat tumbang lebih dahulu tertimpa pohon lain, sehingga mental tidak menimpa rumahnya. Saya tidak tahu nasib dua anak saya, jika pohon besar itu langsung timpa rumah,” kenang Mazzafar saat bercerita kepada Serambinews.com, Senin (15/7/2019).

Ia mengatakan, dirinya bersama Masyitah bergegas menuju rumah yang kebetulan sedang beraktivitas tidak jauh dari rumah.

Sesampai di rumah, pasutri itu susah masuk karena pintu ruma tertutup dengan ranting pohon yang tumbang itu. Muzzafa mendapati anaknya selamat. Saat itu, dua anaknya telah terbangun dan menangis.

Pasutri sambil menangis memeluk buah hatinya itu, dan mengeluarkan dari rumah yang masih ditutupi ranting dan daun pohon tumbang.

“Saya sudah setahun tinggal di rumah ini. Karena rumah rusak, untuk sementara saya tinggal di rumah orang tua saya,” kata Muzzafa.

Muzzafa tinggal bersama isteri dan dua anaknya di rumah layaknya gubuk itu yang dinding papan bekas beratap rumbia.

Di dalam rumah berukuran 4X3 itu tidak adanya ranjang. Hanya satu balai yang panjangnya sekitar 3 meter. Di balai itu lah warga miskin itu tidur. Gubuk tersebut dibangun di atas bantaran sungai.

Keuchik Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, M Husen, kepada Serambinews, Senin (15/7/2019), mengatakan, tiga rumah milik warga Tiba Mesjid rusak akibat diterjang angin kencang.

Rumah tersebut adalah milik Mazzafar M Saleh (27), Kamaruddin Sulaiman (45) dan Robi Sugara. Kerusakan rumah yang paling parah, kata M Husen, milik Muzzafar.

“Rumah Muzzafar akan kita tangani menggunakan dana gampong. Saat ini, material sudah kita beli untuk memperbaiki rumah warga miskin itu,” kata M Husen kepada Kalak BPBD Pidie, Dewan Ansari saat meninjau rumah Muzzafar di Gampong Tiba Mesjid. (*/Tribun/Nrl)

 

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS