106819 KALI DIBACA

Satu jatuh Pingsan, 23 Pelanggar Syariat di Abdya Jalani Hukuman Cambuk

Satu jatuh Pingsan, 23 Pelanggar Syariat di Abdya Jalani Hukuman Cambuk
example banner

Blangpidie | Realitas – Sebanyak 23 pelanggar syariat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menjalani hukuman cambuk di Halaman Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III Blangpidie, Desa Alue Dama, Kecamatan Setia, Jumat (19/7) pagi hingga dilanjut usai shalat jumat jelang sore. Para terpidana yang dicambuk tersebut, telah mendapatkan putusan dari Pengadilan Negeri Blangpidie dengan hukuman antara 2 sampai 177 kali cambuk.

Sebelum proses eksekusi cambuk, puluhan warga sudah memadati lokasi Lapas Kelas III Blangpidie. Meski terbuka untuk umum, namun pihak Kejaksaan Negeri Abdya melarang masyarakat membawa anak dibawah umur termasuk menyebarkan dokumen foto maupun vidio yang tidak layak untuk dipublikasi ke media sosial.

Data yang diperoleh dari Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Abdya, Muhammad Agung SH MH, menyatakan, kalau hukuman cambuk terhadap 23 pelanggar syariat tersebut jumlahnya berpariasi, mulai dari 2 sampai 177 kali cambuk. Untuk mereka yang menjalani hukuman 2 kali cambuk masing-masing, KS, GZ, HN, BZ dan SHG. Kelima terpidana ini terbukti melakukan maisir (judi) dengan melanggar pasal 19 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang jinayat.

Selanjutnya, terpidana yang melanggar pasal 25 ayat (1) Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang jinayat sebanyak lima pasangan (10 orang). Kepada mereka diberi hukuman cambuk masing-masing, untuk Hr (2 kali) dan Ma (6 kali). Pasangan MJ dan Hs, masing-masing 15 kali cambuk. Sedangkan Ms (24 kali) dan pasangannya Mr (25 kali). Terakhir pasangan Jb-Fz dan RS-IR masing-masing sebanyak 25 kali cambuk. Kelima pasangan tersebut terbukti melakukan jarimah ikhtilat.

Seorang pelanggar syariat Islam jatuh pingsan saat menjalani hukuman cambuk di Halaman Lapas Kelas III Blangpidie, Desa Alue Dama, Kecamatan Setia, Kabupaten Abdya, Jumat (19/7)

 

Untuk terpidana kasus pelecehan seksual, ML dicambuk sebanyak 45 kali dan MB sebanyak 60 kali. Keduanya melanggar pasal 47 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014. Kemudian yang melanggar pasal 50 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 sebanyak tiga orang, yakni SD dihukum 134 kali cambuk, IP terbanyak dengan 177 kali cambuk dan AR sebanyak 117 kali cambuk. Ketiga terpidana tersebut terbukti melakukan pemerkosaan.

Berikutnya, KD dihukum 128 kali cambuk juga terbukti melakukan pemerkosaan dengan melanggar pasal 48 jo pasal 6 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang jinayat. Terakhir RW alias Mama Ros dihukum 42 kali cambuk karena melanggar pasal 33 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat yang terbukti dengan sengaja mempromosikan jarimah zina.

“Mereka yang menjalani hukuman cambuk ini, merupakan kasus yang ditangani Kejari Abdya sejak tahun 2017 hingga 2019 dengan jumlah terpidana laki-laki sebanyak 17 orang dan perempuan 6 orang,” sebut Kasi Pidum M Agung.

Terakhir M Agung menambahkan, bahwa dalam eksekusi cambuk ini, terpidana boleh meminta jeda waktu apabila tidak sanggup menahan cambukan algojo. Setelah mendapat penanganan tim medis, maka terpidana itu akan dicambuk kembali hingga tuntas jumlah hukumannya. “Kita upayakan dalam tahun ini, semua kasus eksekusi cambuk tuntas,” demikian tambahnya.

Amatan dilapangan, salah satu pelanggar syariat sempat jatuh pingsan setelah algojo mengayunkan rotan hitungan ke lima ke bagian penggung terpidana ikhtilat yang harus menjalani jumlah hukuman cambuk sebanyak 25 kali.

Pelaksanaan eksekusi cambuk tersebut juga turut dihadiri Wakil Bupati Abdya Muslizar MT, Kajari Abdya Abdur Kadir SH MH, Dandim 0110/Abdya Letkol Arm Iwan Aprianto SIP, mewakili Kapolres dan para unsur Forkompinkab lainnya. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS