40619 KALI DIBACA

Potensi Gempa dan Stunami Papua Paling Kompleks Karena Diapit Banyak Sesar Aktif

Potensi Gempa dan Stunami Papua Paling Kompleks Karena Diapit Banyak Sesar Aktif
example banner

JAKARTA, I Realitas – Papua merupakan pulau yang terletak di ujung timur wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pulau Cendrawasih ini memiliki geologi yang kompleks karena diapit oleh tiga lempeng bumi yakni Australia, Pasifik, dan Eurasia. Ada banyak sesar aktif di Papua. Sesar tersebut dikelompokkan menjadi dua sesar berdasarkan letak geografisnya. Pertama sesar Kepala Burung yang meliputi zona sesar Yapen, hingga sesar Memberamo. Kemudian, Zona sesar yang meliputi Lipatan Papua, dan Leher Burung. Berikut rangkuman Okezone yang dilansir berdasarkan buku Peta Sumber dan bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017 yang disusun Pusat Studi Gempa Nasional Kementerian PUPR:

Kepala Burung

Sedikitnya terdapat tiga sumber gempa di wilayah Kepala burung lantaran merupakan bagian dari zona deformasi Pasifik-Australia yakni sesar Sorong, sesar Koor, dan Zona Lipatan Taminabuan. “Kegempaan di Kepala Burung memperlihatkan sejarah gempa dengan magnitudo lebih dari 6. Sedikitnya ada 21 gempa dengan kekuataan lebih magnitudo 6 sejak 1990. Salah satunya gempa 24 September 2015 yang berlokasi 31 km sebelah barat Sorong,” tulis laporan buku tersebut. Berdasarkan data BNPB, Gempa Sorong empat tahun lalu itu mengakibatkan sedikitnya 200 rumah mengalami rusak berat dan 62 orang luka-luka. Sesar Sorong juga terbagi dalam beberapa segmen yakni Dampir, Sagewin, Mega-Omnowi, Warjori, dan Meuni. Sesar Sorong berkarakter mendatar dengan bagian barat Kepala Burung mencapai Laut Sulawesi, dan sebelah selatan Halmahera. Secara geografis Zona sesar dan Lipatan Taminabun berada di bagian selatan Kepala Burung. Kedua sesar ini berstatus aktif dengan karakter anjakan dan lipatan yang berada di kemiringan arah timur laut dan tenggara barat laut.

Zona Sesar Yapen

Sejarah mencatat Zona sesar Yapen mempunyai catatan gempa yang paling banyak di Bumi cendrawasih. Gempa dengan magnitudo 7 tercatat pernah berlangsung pada 1979, 1985, 1996, 1941, dan 1947. Adapun zona sesar yapen terbagi atas beberapa segmen di antaranya sesar ransiki-Num, sesar Randway, dan sesar Jobi. Sesar yang berada di Pulau Yapen ini berada di sepanjang arah barat laut timur hingga tenggara dengan karakter sesar mendatar. Peneliti memastikan bahwa sesar Yapen masih aktif dan berupa pegungungan sesar di Teluk cendrawasih.

Zona Sesar Mamberamo

Zona sesar Mamberamo terletak di bagian ujung timur Pulau Yapen, hingga Jayapura. Sasar ini sepanjang sekitar 96 km dari arah barat ke timur dan berbelok ke arah tenggara dengan panjang lebih kurang 83 km. “Sesar ini melewati lembah sungai Apauwar hingga sebelah selatan Kota Sarmi.” demikian tulis buku Peta Gempa 2017 itu. Mamberamo berkarakter sesar naik dengan perbukitan endapan lumpur. Sesar utamanya meliputi nsesar waruta, Pawasi, dan Anabranch.

Zona Sesar dan Lipatan Papua

Zona sesar dan Lipatan Papua memanjang dari barat ke timur dari bagian timur sesar Leher Burung dan sesar Papua New Guinea. Letak geografis sesar ini berada di bagian selatan pegunungan tengah Papua.Zona sesar dan Lipatan Papua memiliki karakter naik dan didominasi dengan jarak paralel sepanjang leboh dari 100 km. Zona ini berupa batasan dari daratan Mimika dan pegunungan tengah Papua yang memiliki ketinggian 4000 meter di atas permukaan laut.

Leher Burung

Sesar ini berstatus aktif di wilayah sesar mulai Tarera mencapai Aiduna. Sesar dengan karakter mendatar ini mengalami lompatan dari kiri lompatan setinggi 20 m hingga ke Sabuk Lipatan dan sesar Naik Seram. Kemudian sesar di Trough Aru berupa sesar normal yang membentuk depresi mencapai 150 km dengan kedalaman mencapaiu 3,5 km.

Zona Sesar Waipoga

Zona sesar ini memiliki struktur berada di garis pantai sebelah tenggara Teluk Cendrawasih. Sesar ini berkarakter naik dan lipatan. Tercatat gempa besar pernah terjadi di Nabire pada 2004 silam akibat aktivitas zona sesar Waipoga. (Okezone/RED/EMA)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS