19419 KALI DIBACA

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjhahjanto Menyatakan Porsi Kerja Koopsus TNI

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjhahjanto Menyatakan Porsi Kerja Koopsus TNI
example banner

Jakarta, I Realitas – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan porsi kerja Komando Operasi Khusus atau Koopsus TNI akan lebih banyak melakukan pengintaian dan observasi jarak dekat. Persentase tugas pada bidang itu mencapai 80 persen. “Dan 20 persen baru penindakan, sehingga intelijen ada di fungsi penangkalan,” ujar Hadi di Mabes TNI, Jakarta, Selasa, (30/7/2019). Fungsi-fungsi Koopsus TNI nanti akan dilakukan oleh satu kompi atau 100 personel. Pula, dibantu oleh 400 personel gabungan dari Angkatan Darat, Laut, dan Udara.

Hadi menjelaskan satu kompi personel Koopsus TNI memiliki tugas tersendiri, yakni sebagai penindak. Sementara untuk personel pendukung bertugas untuk melakukan penanggulangan dan pengintaian. Hadi menyampaikan bahwa Koopsus TNI berada di dalam Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) TNI. Secara struktur komando berada di bawah Panglima TNI. Dengan posisi itu, lanjut Hadi, seluruh pasukan khusus dari matra AD, AL, AU bersiaga di Mabes TNI dan selalu siap digunakan oleh Panglima TNI atas perintah presiden.

Adapun terkait dengan tugas, Hadi mengatakan Koopsus TNI dibentuk untuk mengatasi aksi terorisme. Baik di dalam mau pun di luar negeri yang mengancam ideologi, kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan segenap bangsa Indonesia. Ke depannya, Koopsus bakal berkoordinasi dengan Kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).”Koopsus TNI seperti yang saya sampaikan adalah kecepatan dan kemungkinan adalah hasil dengan persentase mendekati 100 persen, ujarnya.

“Saya katakan kecepatan adalah ketika ada ancaman dari dalam maupun luar negeri, Panglima TNI bisa langsung memerintahkan untuk bergerak dengan cepat dengan tindak keberhasilan sangat tinggi,” ujar Hadi menambahkan. Hadi lalu membeberkan alasan personel Koopsus TNI berasal dari pasukan khusus yang ada di matra AD, AL, dan AU. Ia menyebut hal itu dilakukan lantaran ancaman bisa berasal dari darat, laut, dan udara. Selain itu, ia mengatakan alasan tak ada seleksi baru personel Koopsus TNI dilakukan karena merupakan pengguna.

Koopsus TNI, kata dia, perlu pasukan yang sudah dibina agar optimal. “Sehingga diperlukan interoperability kesamaan dan TNI menyiapkan doktrin kemudian sarana dan prasarana untuk menyelenggarakan pasukan khusus tersebut,” ujar Hadi. Ia juga mengamini bahwa Koopsus TNI sama dengan Koopsusgab TNI yang pernah dibentuk oleh mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko.”Saat itu belum ada Undang-Undangnya dan sekarang sudah ada UU-nya Keputusan Presiden dan Peraturan Presiden-nya untuk pembentukan Koopsus TNI,” ujarnya. (Cino/Red/Ema)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS