31819 KALI DIBACA

Oknum ASN Ditangkap Karna Menjual Tanah Milik Negara

Oknum ASN Ditangkap Karna Menjual Tanah Milik Negara
example banner

Probolinggo I Realitas – Dengan tangan diborgol, oknum ASN yang berdinas di Kecamatan Kota Anyar itu dikeler petugas ke Mapolres Probolinggo. Ia ditangkap Satreskrim Polres Probolinggo karena melakukan penipuan dan penjualan tanah milik negara.

Sang oknum PNS itu bernama As’ari Rankuti (43), warga Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan yang menjadi korban penipuan yakni Sayfi’i warga Kelurahan Kandangjati Kulon, Kecamatan Kraksaan.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, kasus penipuan itu terbongkar setelah korban melapor ke polisi pada Mei 2018. Dalam laporannya, korban merasa ditipu tersangka dalam jual beli tanah.

“Jadi korban merasa ditipu tersangka, di mana luasan tanah yang awalnya ditawarkan seluas 16 hektare dan nyatanya hanya 4,5 hektare seharga Rp 600 juta. Selain itu, tanah yang dijual juga bukan milik pribadi, tapi milik negara yang letaknya di Kecamatan Pakuniran,” kata Eddwi, Rabu (10/7/2019).

Menurut Eddwi, jual beli tanah tersebut dibuktikan dengan adanya transaksi tunai menggunakan kuitansi. Kuitansi itu disimpan dalam sebuah buku besar.

Kepada polisi tersangka As’ari menyampaikan, awalnya ia hanya menawarkan tanah kepada korban, dan menunjukkan kondisi lahan secara langsung. Setelah dilihat bersama, korban berminat terhadap lahan yang dijualnya.

Setelah disepakati bersama, ia dan korban lantas melakukan transaksi jual beli tanah. Jual beli tersebut disaksikan Sajad, Warga Kelurahan Sidomukti dan Abdul Hafid Warga Desa Rangkang.

Pembayaran dilakukan secara berkala. Mulai Rp 25 juta, Rp 40 juta hingga total Rp 600 juta sesuai harga tanah.

“Kalo uang pembelian tanah, sudah dibagikan ke teman-teman saya, serta dipakai untuk kebutuhan keluarga saya. Dan saya akui lahan itu memang bukan milik pribadi, tapi lahan milik negara,” kata As’ari.

Atas penipuan yang ia lakukan, tersangka terjerat Pasal 378 dan 372 KUHP. Dengan ancaman hukuman 4 tahun kurungan penjara.
(sun/fat/Dtc/Nrl)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS