43219 KALI DIBACA

Mayat Wanita Yang Ditemukan Di Indekos, Keberadaan Teman Prianya Masih Misterius

Mayat Wanita Yang Ditemukan Di Indekos, Keberadaan Teman Prianya Masih Misterius
example banner

SINGKAWANG I Realitas – Mayat wanita indekos yang ditemukan dalam kamarnya, di Jalan Tani, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang diotopsi, Jumat (12/7/2019).

Otopsi dilakukan di RSUD Abdul Aziz Singkawang di ruangan instalasi pemulasaraan jenazah.

Otopsi ini dilakukan oleh dokter dokter forensik Polda Kalbar yakni dr Monang Siahaan.

Saat ini proses otopsi masih berlangsung di ruangan tersebut.

Tampak ayah korban yang turut serta membawa dua anak dari korban, menanti di luar.

Diberitakan sebelumnya, warga Kecamatan Singkawang Barat, Jalan Tani, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat wanita yang telah membusuk di satu di antara kamar kos di gang tersebut.

Saat olah TKP pihak kepolisian tidak menemukan satu petunjuk identitas si mayat, Kamis (11/7/2019).

Belakangan diketahui bahwa jasad yang telah membusuk tersebut merupakan warga Kecamatan Sungai Duri, Kabupaten Bengkayangberinisial LLT (26).

Hingga saat ini mayat tersebut berada di RSUD Abdul Aziz Sungkawang untuk dilakukan
Ayah korban yang berinisial LC (66) yang ditemui Tribun di RS Abdul Aziz terlihat sangat terpukul saat melihat jasad anak perempuannya telah kaku dan dalam kondisi yang mengenaskan.

Ia sendiri masuk ke dalam kamar jenazah untuk melihat dengan mata kepalanya.

Ia memastikan  yang berada di meja jenazah di ruang pemulasaraan RSUD Abdul Aziz Singkawang adalah anaknya.

Saat ia membuka kain yang menutupi wajah mayat tersebut, ia langsung dengan wajah tegang sedih bercampur marah membenarkan bahwa itu merupakan putrinya yang telah dibesarkan selama bertahun-tahun.

Tampak terlihat emosi ia mengatakan kepada petugas kepolisian yang berada di lokasi bahwa sang putri telah lama tak tinggal bersama dirinya dan keluarga.

Saudara ipar korban yang berinisial CYP (33) mengatakan bahwa korban sendiri memiliki 2 orang anak, laki-laki dan perempuan yang laki-laki berusia 9 tahun dan yang perempuan berusia 4 tahun.

Ia mengatakan korban sendiri telah lama tidak tinggal bersama keluarganya di Sungai Duri, hanya sesekali korban melihat orangtua dan anaknya yang berada di Sungai Duri Kabupaten Bengkayang.

“Pulang jarang, biasa lama-lama baru pulang, pulang lihat anak, jadi anaknya yang 2 kakek sama neneknya yang urus,” tuturnya.

Korban mengaku kepada keluarga di Singkawang bekerja, namun pihak keluarga tak mengetahui secara persis apa pekerjaan korban.

Yang keluarga tahu korban di Singkawang bersama teman prianya berinisial AC dan setiap korban pulang ke Sungai Duri selalu bersama pria berinisial AC tersebut.

“Kita juga kurang tau kerjanya apa, dia bilang kerja aja, kerja lama-lama sekali pulang. Kasih uang jajan, kasih uang susu, sudah lihat nanti dia pulang lagi ke Singkawang, kalo dia pulang itu sama yang AC itu,” ujarnya.

Terkait langkah selanjutnya, iapun mengaku masih belum bisa memberikan keterangan karena tergantung keputusan keluarga.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Pengurus kos pertama kali menemukan mayat wanita membusuk. Bermula dari penghuni kos lainnya mengeluhkan adanya aroma busuk yang berasal dari kamar nomor 3.

Kanit Reskrim Polsek Singkawang Barat Iptu Supianik yang ditemui Tribun di Mapolsek Singkawang Barat mengatakan pihaknya masih menyelidiki terkait penyebab mayat ditemukan di rumah kos di Jalan Tani, Gang Cisadane tersebut.

Supiani mengungkapkan dari informasi awal yang dikumpulkan pihak kepolisian, korban merupakan warga Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang yang berinisial LLT yang berusia sekira 30 tahun.

Saat ditemukan, kondisi korban sudah dalam bentuk yang mengenaskan, tubuh korban sudah kaku dan membengkak serta mengeluarkan bau menyengat dalam posisi terlentang dengan hanya menggunakan pakaian tanktop tergeletak di lantai.

“Mayat ini ditemukan di salah satu rumah kos di Jalan Tani Gang Cisadane, kemudian petugas meluncur ke TKP dan menemukan rumah dalam keadaan terkunci. Kita usahakan membuka dan ditemukan sesosok mayat, berjenis kelamin perempuan, menggunakan pakaian tanktop hitam,” ungkapnya.

Dari informasi yang didapatnya dari warga, bahwa korban tersebut menempati kamar tersebut sejak tanggal 1 Juli 2019.

Saat dilakukan olah TKP, petugas pertama mengalami kesulitan karena di kamar ditemukannya korban tidak ditemukan identitas apapun.

Bahkan handphone korban pun tidak didapat dari lokasi penemuan mayat korban.

“Penyebab kematian masih dalam penyelidikan, dan pada mayat itu tidak ditemukan identitas, namun dari informasi sementara mayat ini merupakan warga Sungai Duri dan saat ini sudah ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Azis,” katanya.

Ditanyai apakah ada dugaan pembunuhan terhadap korban, pihaknya masih belum bisa memastikan hal tersebut dan masih melakukan penyelidikan akan hal ini.(Tribun/Nrl)

 

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS