17419 KALI DIBACA

KPK Memberi Sinyal Adanya Tersangka Baru Disuap Dana Hibah Kemenpora

KPK Memberi Sinyal Adanya Tersangka Baru Disuap Dana Hibah Kemenpora
example banner

Jakarta, I Realitas – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi sinyal adanya tersangka baru di suap dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Namun, komisi antirasuah masih menunggu waktu untuk mengumumkan penetapan tersangka tersebut.”Nanti kita lihat, kalau saatnya ada, nanti kita sampaikan. Nanti kita umumkan,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, (30/7/2019).Saat menjawab diplomatis saat dikonfirmasi kembali adanya tersangka baru tersebut.

Dia meminta publik bersabar dan memberikan waktu kepada KPK, untuk merampungkan proses pengusutan. “Saya belum bisa umumkan, tapi kita tunggu saja. Kalau saya bilang itu, nanti kalian menerka-nerka,” ujarnya. Nama Menpora Imam Nahrawi dan staf pribadinya Miftahul Ulum paling santer disebut terlibat dalam kasus ini. Bahkan, dalam sejumlah persidangan, keduanya disebut kecipratan uang haram dari dana hibah untuk KONI. Dalam putusan Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta meyakini uang senilai Rp 11,5 miliar mengalir ke Imam Nahrawi.

Uang suap dana hibah Kemenpora kepada KONI itu diserahkan Fuad kepada Imam melalui Ulum dan staf protokol Kemenpora, Arief Susanto. Uang pertama diterima Ulum senilai Rp 2 miliar pada Maret 2018, di Kantor KONI, Jakarta. Kemudian, Rp 500 juta diserahkan pada Februari 2018 di ruang kerja Sekjen KONI. Selanjutnya, Rp 3 miliar melalui Arief Susanto yang menjadi orang suruhan Ulum. Kemudian, Rp 3 miliar kepada Ulum di ruang kerja Sekjen KONI pada Mei 2018. Selanjutnya, penyerahan Rp 3 miliar dalam mata uang asing.

Uang diserahkan sebelum lebaran di Lapangan Tenis Kemenpora pada 2018. Menurut hakim, meski Imam dan stafnya membantah menerima uang, pemberian uang itu diakui oleh para terdakwa dan saksi lainnya. Dalam putusannya, Hamidy divonis 2 tahun 8 bulan penjara dan dihukum membayar denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan. Dalam perkara ini, Hamidy terbukti menyuap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanta.

Perbuatan itu dilakukan Hamidy bersama-sama dengan Bendahara KONI Johny E Awuy. Hamidy dan Johny terbukti memberikan 1 unit Toyota Fortuner hitam dan uang Rp 300 juta kepada Mulyana. Selain itu, Mulyana diberikan kartu ATM debit BNI dengan saldo Rp 100 juta. Kemudian, Johny dan Hamidy juga memberikan ponsel merek Samsung Galaxy Note 9 kepada Mulyana. Selain itu, Hamidy juga memberikan uang Rp 215 juta kepada Adhi Purnomo dan Eko Triyanta.

Pemberian hadiah bertujuan agar Mulyana dan dua orang lainnya membantu mempercepat proses persetujuan dan pencairan dana hibah Kemenpora, yang akan diberikan kepada KONI. KONI mengajukan proposal bantuan dana hibah kepada Kemenporadalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multievent 18th Asian Games 2018 dan 3rd Asian Para Games 2018. (Dtc/Red/Ema)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS