24219 KALI DIBACA

 Hubungan Sedarah di Luwu, Kakak yang Hamili Adik 3 Kali Akui Berawal dari Ejekan dan Curhat  

 Hubungan Sedarah di Luwu, Kakak yang Hamili Adik 3 Kali Akui Berawal dari Ejekan dan Curhat   
example banner

Luwu I Realitas  – Fakta baru kembali terungkap mengenai awal mula kasus hubungan sedarah oleh kakak beradik berinisial AA (38) dan BI (30) di Desa Lamunre Tengah, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

 

Diketahui sebelumnya, AA dan BI telah melakukan hubungan sedarah sejak 2016 lalu. Bahkan perbuatan hubungan sedarah tak normal itu membuat BI memiliki dua anak dan kini tengah hamil 4 bulan anak ketiga.

 

Dikutip Tribun, Senin (29/7/2019), AA yang ditahan di Mapolsek Belopa mengungkapkan asal mula dirinya nekat melakukan hal tersebut kepada adiknya.

Dijelaskan oleh Kepala Sub Bidang, Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Nursamsi, AA awalnya sering diejek oleh rekannya.

 

“Kakak (AA), seorang buruh bangunan kerap dipertontonkan film porno oleh teman kerjanya, tapi tidak ereksi. Sehingga kerap diejek tidak jantan di lingkungan dan teman kerjanya,” ujar Nursamsi, Senin (29/7/2019).

Tak hanya alasan itu, AA juga mengatakan, saat itu adiknya, BI sering mengeluh kepada dirinya mengenai kehidupan rumah tangganya.

 

Diketahui AA masih berstatus single sedangkan BI merupakan janda yang telah 2 kali menikah. BI mengeluh dan curhat kepada AA sering mendapat kekerasan dalam rumah tangganya.

“Hubungan mereka berawal dari si adik (BI) curhat ke kakaknya (AA), karena suami adiknya kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga,” ujarnya.

 

AA mengaku ia merasa kasihan kepada adiknya dan nekat melakukan hubungan intim. “Pada saat itu, AA melihat adiknya menangis karena habis dipukuli oleh suaminya, dan BI curhat ke kakak. AA peluk adiknya, dan disitulah terjadi kejadian pertama pada saat malam hari,” jelas Nursamsi.

 

Warga Amuk Rumah Pelaku

Terungkapnya peristiwa ini berawal dari kecurigaan warga Desa Lamunre Tengah, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu.

Mereka mencurigai kedua pelaku melakukan hubungan inses atau hubungan seksual kakak dan adik.

Warga lalu mengadukan ke Kepala Desa Lamunre Tengah, Hj Hafidah Junaid, dikutip Tribun, Sabtu (27/7/2019). Hj Hafidah Junaid pun lalu mendatangi rumah keduanya untuk melakukan pendekatan dan mempertanyakan mengenai adanya hubungan terlarang tersebut.

Namun BI, mengelak bahwa ia dihamili oleh kakak kandungnya dan mengatakan ia hamil oleh suaminya.

Akan tetapi BI menuturkan tak mengetahui keberadaan suaminya.

“Sewaktu saya tanya si perempuan untuk mengakui perbuatannya, tetapi dia mengelak.”

“Dia malah mengatakan dari hasil hubungan suaminya. Namun suaminya kami tidak tahu dimana keberadaannya,“ ucap Hj Hafidah.

 

Diketahui dalam kesehariannya, BI berdagang camilan sementara AA bekerja sebagai tukang batu. Hal itu pun yang membuat warga geram dan mendatangi pelaku. Dikutip dari sebuah akun YouTube HNN Indonesia, Sabtu (27/7/2019) tampak situasi saat massa berdatangan di rumah pelaku.

 

Puluhan warga berdatangan untuk mengusir keluarga pelaku agar pergi meninggalkan kampung. Melihat situasi yang bisa berujung berbahaya, polisi datang untuk melakukan pengamanan Lengkap dengan senjata laras panjang sejumlah polisi berjaga apabila situasi tak terkendali.

Warga juga tampak terus berdatangan ke jalan di sekitar rumah pelaku. Telihat anggota polisi berusaha meredam emosi warga dengan menenangkannya. “Kami minta penghuni rumah di sini harus tinggalkan begitu,” ujar seorang warga.

“Tidak bisa tinggal,” ujar warga lainnya.

 

Terlihat seorang petugas berusaha meredamkan situasi. “Jangan memancing situasi kita dengarkan dulu,” ujar seorang berbaju putih.

Tampak keluarga dari pelaku beranggotakan ibu BI dan AA serta ketiga cucunya memasuki mobil polisi untuk diamankan dari warga, Situasi ramai di rumah pelaku itu juga berlangsung lama.

 

Kakak Taruh Curiga

AR, kakak dari dua pelaku mengaku sudah menaruh curiga. Dikutip Kompas.com, Sabtu (27/7/2019), AR mengaku sudah mencurigai perbuatan kedua adiknya dari gerak geriknya. Namun, karena AR tinggal di kecamatan yang terpisah dengan keduanya, ia tak dapat membuktikannya.

“Saya memang sudah mencurigai gerak-geriknya, tapi saya tidak mampu membuktikannya, karena selama ini saya tidak tinggal serumah dengan mereka (AA dan BI ),” kata AR saat ditemui di Kantor Desa Lamunre, Sabtu (27/7/2019) sore.

 

AR juga mengaku pertama kali mendengar kabar yang mencoreng nama keluarganya dari rekannya. Sementara rekannya mengetahui dari berita yang tersebar di Facebook. “Saya baru mengetahui kasus ini, setelah diberi tahu rekan yang dapat berita dari media sosial Facebook,” ujarnya.

 

Keluarga dari pelaku hubungan sedarah itupun ikut terimbas diusir. Warga Desa Lamunre Tengah, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu yang geram pun mengusir keduanya dan juga anggota keluarga lain. Kabar ini diakuinya membuat keluarganya malu dan harus berpindah rumah. Selain itu juga keluarganya harus angkat kaki dari kampung atas tuntutan warga.

“Saya sangat malu karena banyak yang kenal saya. Rumah orangtua yang ditempati bersama kedua saudara terpaksa harus dijual dan meninggalkan Tana Luwu. Itu sesuai permintaan masyarakat jika keluarga kami harus angkat kaki dan itu kami terima sebagai sanksi sosial,” papar AR.

 

 

 

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS