43419 KALI DIBACA

DPRK Pidie Kritik Panitia MTQ

DPRK Pidie Kritik Panitia MTQ
example banner

SIGLI I Realitas – Komisi C DPRK Pidie mengkritik panitia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Aceh ke-34 di Kota Sigli yang dijadwalkan digelar mulai 21 September 2019. Proses pekerjaan dinilai lamban, apalagi waktu yang tersisa tidak sampai dua bulan lagi, sehingga pekerjaan diperkirakan tidak akan rampung tepat waktu.

Ketua Komisi C DPRK Pidie, Isa Alima, Selasa (9/7) menyatakan persiapan pekerjaan MTQ tidak akan berjalan lancar, seperti yang diharapkan masyarakat, khususnya kontingen dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. “Kita ragukan pekerjaan bisa dirampungkan tepat waktu yang m

Dia menjelaskan berdasarkan pengamatannya di lapangan, pekerjaan yang telah dirampungkan sekitar 60 persen. Dia mencontohkan, seperti tugu MTQ di bundaran elak masih belum ada, sehingga dikhawatirkan tidak dapat dirampungkan.

Politisi Partai Gerindra ini meminta Pempro Aceh untuk ikut mengawasi pekerjaan, sehingga dapat dipacu dan rampung tepat waktu, serta tidak sampai memalukan daerah ini. “Ini even besar yang patut ditangani dengan serius, sehingga dapat dirampungkan tepat waktu. Pelaksanaan juga harus jujur dan anggaran juga diaudit,” pinta Isa.

Menurut Isa, proyek besar itu kelihatanya masih amburadul. “Malu kita dengan tamu yang datang, jika saat pembukaan nanti masih ada lagi proyek yang sedang dikerjakan di sana-sini, “ ujar Isa Alima.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Pidie yang juga Ketua Panitia Harian Pelaksanaan MTQ ke-34 saat ditemui di lokasi arena utama MTQ, Selasa (9/7) mengatakan kekhawatiran dewan menjadi pemicu dan masih positif.

“Itu bukan suara miring, tetapi suara dukungan. Bagi kami sangat penting untuk pengawasan, supaya seluruh infrastruktur selesai. Kita target akhir Agustus selesai dengan hanya merampungkan mimbar, “ ujar Fadhullah yang mengaku berkantor di arena MTQ setiap hari.

Dia mengatakan bukan saja dirinya, tetapi juga Kadis Perumahan Pemukiman Pidie yang Ketua Seksi Tempat, Muhammad Adam ST MM dan Sekretaris panitia yang juga Kadis Syariat Islam Pidie, T Sabirin SH MSi berkantor di arena MTQ hingga selesai.

“Sebagian waktu kita berkantor di sini dengan hanya memasukkan kursi, meja sampai MTQ berakhir,” ujar Wabup Pidie yang juga putra asli Tangse. Dia menerangkan, di tengah ada tugu yang tinggal dipasang, di depan ada gerbang dan semuanya sudah selesai. “BRC ornamen ada sentuhan arsitektur Timur Tengah. Tinggal dipasang seusai dikerjakan di tempat lain,” jelasnya.

Lalu lokasi gedung dihiasi kaligrafi Bismillah. “Ini permanen di samping tugu Bismillah juga dipasang air mancur dan ada kolam besar. Harus ada batu-batu alam untuk obat rematik,” kata Wabup Fadhullah.

Sedangkan di bundaran di Simpang Lampu Merah yang merupakan sebagian wajah kota juga dibenahi lebih tertata. “Bundaran itu dibangun oleh Balai di Provinsi Aceh dan sudah mulai pengerjaannya. Kita berterimakasih juga dan kita harap bisa cepat selesai sebelum pembukaan MTQ,” terang Fadhullah.

Sementara, untuk ornamen termasuk dekorasi tulisan kaligrafi dikerjakan para ahli ternama dan proyek MTQ terus dipacu dengan rekanan berbeda-beda. Herman, rekanan panggung utama ditemui terpisah mengaku optimis bisa rampung. “Insya Allah pelaksanaan MTQ bisa berlangsung lancar dan gedung ini bisa dipergunakan,” kata Herman.(aya/Nrl)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS