37219 KALI DIBACA

Diduga Korupsi, Mantan Kades Blang Makmur Mulai di Bidik Polisi

Diduga Korupsi, Mantan Kades Blang Makmur Mulai di Bidik Polisi
example banner

BLANGPIDIE|Realitas – penyidik Reskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya), mulai menangani kasus dugaan korupsi penyelahgunaan Dana Dana (DD) tahun 2018 di Desa Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, kabupaten setempat yang hingga saat ini belum bisa dipertanggungjawabkan oleh mantan Kepala Desa (Kades) Muhammad Haris.

Proses mencari keterangan terkait dugaan korupsi dana desa tersebut cukup sulit, pasalnya mantan Kades M Haris sempat menghilang secara misterius selama kurang lebih 6 bulan. Setelah kembali ke Abdya, mantan Kades langsung diperiksa penyidik Polres Abdya, atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi anggaran desa tahun 2018, berjumlah sekitar Rp 445,63 juta, dari total anggaran sebesar Rp 1,28 miliar.

“Pemeriksaan dilakukan penyidik terhadap mantan Kades Blang Makmur itu, sudah mengarah menjadi tersangka. Karena yang bersangkutan tidak bisa mempertanggungjawabkan dana desa ratusan juta yang justru merugikan Negara,” kata Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK, kepada wartawan, Rabu (17/7).

Lanjut Kapolres Basori, M Haris sekarang ini belum dilakukan penahanan. Penahanan terhadap yang bersangkutan, menjadi kewenangan penyidik, apakah ditahan atau tidak, setelah ditetapkan sebagai tersangka nanti.

Ditambahkan, penyidikan kasus dugaan korupsi anggaran desa, yang mendapat perhatian besar dari masyarakat itu, terus dilakukan pihaknya. Sejumlah saksi dari aparatur Desa Blang Makmur juga sudah dimintai keterangan, untuk melengkapi berkas hasil pemeriksaan. “Bendahara Desa Blang Makmur sudah kita periksa sebelumnya. Jika masih ada yang kurang, maka diperiksa lagi,” sebutnya.

Terkait jumlah kerugian Negara, Kapolres Basori mengaku masih menunggu laporan hasil audit daru pihak Inspektorat atau tim APIP. “Kerugian negara sudah jelas ada, namun kita tunggu hasil audit dulu,” tambahnya.

Sebelumnya, M Haris (48), mantan Kades Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya, telah melapor ke Polsek Kuala Batee, Minggu malam (14/7) lalu, setelah enam bulan lebih keberadaannya masih menjadi tanda tanya besar masyarakat Abdya.

Yang bersangkutan dikabarkan hilang, saat memancing di bantaran kolam labuh Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga, Susoh, pada 31 Desermber 2018 lalu. Tetapi banyak pihak menduga, ia sengaja menghilangkan diri dari desa, saat ia masih menjabat kades. Hal itu dikaitkan dengan Anggaran Desa tahun 2018, yang belum bisa dipertanggung jawabkan. (Syahrizal/Nrl)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS