15019 KALI DIBACA

BPPT Meminta Pemprov Untuk Menggalakkan Penanaman Tumbuhan Yang Dapat Menyerap karbon Dioksida

BPPT Meminta Pemprov Untuk Menggalakkan Penanaman Tumbuhan Yang Dapat Menyerap karbon Dioksida
example banner

JAKARTA, I Realitas – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) meminta Pemprov DKI Jakarta untuk menggalakkan penanaman tumbuhan yang dapat menyerap karbon dioksida. Hal itu sebagai upaya untuk mengurangi polusi di wilayah Ibu Kota. Namun, kata Kepala BBTMC BPPT, Tri Handoko Seto, dalam menghilangkan polusi di Jakarta tak hanya sekadar menanam tumbuhan lidah mertua (sansevieria trifasciata), tapi juga tanaman yang mampu menyerap karbon dioksida lainnya.

Salah satunya, yaitu pohon Trembesi, Cassia, Kenanga, Pingku, Beringin, Mahoni, Nangka dan Sirsak di setiap wilayah. “Bukan sekadar tumbuhan lidah buaya, lidah mertua, lidah keponakan, tapi tumbuh-tumbuhan yang punya kemampuan tinggi untuk menyerap karbon di seluruh gedung-gedung,” ujarnya di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Selasa, (30/7/2019). Seto menyebut, Pemprov DKI juga harus selalu mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Hal tersebut karena sumber masalah dari adanya polusi lantaran disebabkan oleh penggunaan mobil atau motor yang secara berlebihan. “Sekitar 40-50 persen akan berkurang rata-rata datang 50 persen kalau penggunaan angkutan umum digalakkan,” ujarnya. Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menginstruksikan kepada Pemprov DKI untuk menggelar pengawasan ke setiap gedung yang ada di Ibukota. Mereka harus memastikan kalau setiap gedung mempunyai sirkulasi air yang baik.

“Kalau semua gedung punya sirikulasi air yang baik kayak pancuran gitu, yang berputar maka dia juga bisa dijadikan faktor pembersih. Karena, air itu bersirkulasi, maka dia akan menyentuh udara dia akan menangkap polutan untuk pembersih,” kata dia. Sebagaimana diketahui, hasil pemantauan Air Quality Indeks (AQI) atau Indeks Kualitas Udara Global Airvisual, Kota Jakarta menempati peringkat pertama pemilik udara terburuk sedunia dalam beberapa hari belakangan ini. Hasil pemantauan, kualitas udara di Jakarta dinyatakan paling tidak sehat sejak Senin dan Selasa pagi hari ini. (Okezone/Red/Ema)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS