15219 KALI DIBACA

BNN Dan Beacukai Tangkap Transaksi Sabu Ditengah Laut

BNN Dan Beacukai Tangkap Transaksi Sabu Ditengah Laut
example banner

LHOKSUKON I Realitas  – Narkotika jenis sabu 70 kg dan ekstasi tiga kg yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Bea Cukai Kepulauan Riau (Kepri) pada 10 Januari 2019 di Perairan Jambo Aye, Aceh Utara, ternyata transaksinya di tengah laut yang dilakukan warga Malaysia kepada tiga terdakwa. Namun, ketika terdakwa hendak menyelundupkan sabu ke daratan dihadang tim BNN dengan menggunakan Kapal patroli Bea Cukai Kepri.

Sehingga, tim BNN berhasil menangkap tiga pria yaitu Muhammad Zubir (28), Saiful Bahri alias Pon (29), dan Muhammad Zakir (23), keduanya warga Desa Seuneubok Baro Kecamatan Idi Cut, Aceh Timur. Lalu, setelah dilakukan pengembangan, BNN kembali berhasil menangkap satu narapidana yang mengendalikan sabu itu, Ramli (55) asal Desa Calok Geulima, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur bersama anak perempuannya, Metaliana (28).

Demikian antara lain terungkap dalam sidang lanjutan kasus penyelundupan 70 kg sabu dan 3 kg ekstasi di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (16/7). Sidang beragendakan pembacaan dakwaan dan pemeriksaan saksi dipimpin T Latiful SH didampingi dua hakim anggota Maimunsyah SH, dan Fitriani SH.

Dakwaan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk terdakwa Ramli. Sedangkan pemeriksaan saksi untuk empat dari lima terdakwa. Karena, satu terdakwa lagi, Muhammad Zakir sampai sekarang belum berhasil ditemukan setelah kabur pada 16 Juni 2019, bersama 72 napi dan tahanan lainnya dari Cabang Rutan Lhoksukon. Terdakwa hadir ke ruang sidang didampingi dua pengacaranya, Abdul Aziz SH dan Razali Amin SH.

Saksi yang dihadirkan jaksa dalam sidang tersebut empat petugas BNN RI yang menangkap terdakwa. Mereka adalah Arvendra Nurcahyaji, Dendi Suasanto, Dwi Suryanti, dan Sodikan. Mereka secara bergantian menyebutkan dalam sidang penangkapan sabu setelah berhasil mendapat informasi.

Lalu, petugas BNN dari Bea Cukai Kepri langsung menuju ke perairan Aceh Utara setelah mengetahui titik koordinat kapal motor yang membawa barang haram itu. Sebelum sampai ke darat, mereka langsung mengghadang dan menangkap terdakwa. Seusai mendengar keterangan saksi, hakim menunda sidang hingga Rabu (24/7) mendatang dengan agenda masih pemeriksaan saksi.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), kronologis penyeludunpan sabu 70 kg tersebut berdasarkan keterangan Ramli. Ketika itu, Ramli yang berada di LP Tanjung Gusta Medan, Sumatera Utara, dihubungi teman lama terdakwa yaitu Udin yang saat itu berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Udin meminta Ramli untuk menerima sabu 70 kg yang akan dikirim dari negeri jiran itu.

Kemudian, terdakwa Ramli menghubungi anak kandungnya, Jal (yang sekarang masih DPO) untuk mencari boat. Ramli juga menghubungi anak perempuannya, Metaliana untuk membuka rekening guna menampung uang yang akan dikirim oleh Udin. Lalu, setelah ada boat dan ABK, Saiful dan Zakir mengambil sabu tersebut di kawasan Pulo Adang, dekat perbatasan Thailand.

Namun, lalu mereka mendapatkan tiga koper yang berisi sabu dan ekstasi. Hanya saja, sebelum sampai ke daratan mereka berhasil ditangkap petugas BNN. Pun demikian, dalam proses sidang tersebut belum diketahui siapa pemilik sabu tersebut atau masih misterius.(Tribun/Nrl)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS