46819 KALI DIBACA

Bareskrim Polri Semarang Ungkap Pemilik Pabrik Obat Palsu

Bareskrim Polri Semarang Ungkap Pemilik Pabrik Obat Palsu
example banner

Semarang I Realitas – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipider) Bareskrim Polri mengundang seorang pria bernama Alphons Frizgerald Arif Prayitno yang merupakan pemilik pabrik pembuatan tempat obat PT Jaya Karunia Investondo (JKI) di Semarang, Jawa Tengah.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol. M Fadil Imran menjelaskan penyampaian tujuh orang untuk berbicara yaitu Ahmad Budiyanto dan Rozikin sebagai mandor, Nur Hadiyanto sebagai peracik, Yakobus sebagai pengemas vakum, M Nur Yasin dan Nur Said sebagai kenek sablon kemasan.

“Alphons Frizgerald Arif Prayitno selaku pemilik PT JKI yang ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” jelas Brigjen Pol M. Fadil Imran di Jakarta, Rabu (10/07/19).

Penyidik ​​dari Bareskrim Polri melakukan pengembangan di kantor kawasan Pulogadung Jakarta Timur dan gudang di Lippo Karawaci Tangerang dengan penyimpanan enam orang pegawai yang masih berusaha.

“Selain itu, perbaiki dokumen-dokumen transaksi perusahaan dan obat-obatan (dalam proses penghitungan dan pencatatan) dan status pengaturan quo TKP pada 2 gudang milik tersangka yang menghubungkan tempat produksi dan penyimpangan bahan baku,” tegas Jenderal bintang satu.

Lulusan Akpol 1991 mengatakan modus operandi yang dijalankan dengan menggunakan perusahaan sebagai Pedagang Besar Farmasi (PBF) atau menyalurkan produk obat-obatan ke apotek-apotek sehingga-olah produk obatnya adalah obat paten.

“Dengan cara memperoleh bahan baku obat-obatan (generik, obat-obatan palsu dan obat-obatan mengatasi kedaluwarsa) dan bahan baku kemasan,” terang Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri.

Mantan Dirtipid Siber Bareskrim Polri menambahkan, bahan baku obat dikemas ulang sendiri menjadi obat merek dagang, mencetak dan menentukan waktu kedaluwarsa, mengubah obat-obatan dari pemerintah (JKN / BPJS) menjadi obat non-subsidi.

“Polisi juga menyita barang bukti tentang beberapa alat produksi seperti mesin pressc kompresor, mesin vacum, mesin capsul printer, bahan pembuat obat, bahan pendukung dan obat siap edar dengan beberapa merek. Masyarakat diimbau harus membeli obat, ”tutur Brigjen Pol. M Fadil Imran

Pasal 196 Jo Pasal 98 (Ayat 2 dan 3) dan / atau Pasal 197 Jo Pasal 106 (Ayat 1) UU RI Nomor 36/2009 tentang Kesehatan dan / atau Pasal 62 (Ayat 1) Jo Pasal 8 (ayat 1) huruf a dan / atau huruf d UU RI Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan jaminan ganti rugi terhadap obat-obatan ilegal antara lain penjara keamanan paling lama 15 tahun atau lebih dari 1,5 miliar rupiah.( TRB/Nrl )

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS